Jumat, 28 Agu 2020 10:14 WIB

Vaksin Corona Sinovac Disebut Terbukti Bisa Kalahkan 20 Strain Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Dalam penemuan vaksin untuk mengatasi virus Corona COVID-19, China memiliki tiga kandidat salah satunya adalah vaksin Sinovac. Vaksin yang berasal dari perusahaan bioteknologi yang berbasis di Beijing ini menyebut bahwa vaksin buatannya sudah terbukti efektif bisa melawan beberapa jenis virus Corona.

Chairman dan CEO Sinovac Biotech, Yin Weidong, optimis vaksin Corona buatan perusahaannya sudah terbukti bisa mengalahkan strain virus Corona yang berasal dari luar negeri. Strain virus ini didapatkan dari warga China yang kembali dari luar negeri.

"Sejak April, kita memiliki kasus dari luar negeri. Mereka tidak terinfeksi di China, tetapi menunjukkan gejala penyakit ini di China. Kami memperoleh 20 lebih strain virus yang berbeda dari mereka, termasuk dari Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Timur Tengah," jelasnya yang dikutip dari CGTN, Kamis (27/8/2020).

"Kami menemukan semuanya bisa dinetralisir, terlepas dari mana asal virus itu. Jadi kami optimis tipe serum dari vaksin virus COVID-19 ini belum berubah. Vaksin kami bisa menetralisir seluruh virus COVID-19 di dunia," imbuhnya.

Yin Weidong mengatakan pihaknya sudah siap memproduksi vaksin ini secara massal, bahkan bisa memproduksi 300 juta dosis per tahun. Dengan kapasitas sebesar ini, ia yakin bisa memenuhi permintaan vaksin dari dalam negeri dan beberapa negara lainnya.

"Kami telah menjanjikan beberapa negara akan mendapat prioritas yang sama seperti China. Ini artinya kapasitas produksi 300 juta vaksin akan tersedia untuk negara yang memiliki angka kasus Corona tinggi, termasuk Indonesia," jelas Yin Weidong.

Dari hasil uji klinis fase 1 dan 2 vaksin ini yang melibatkan 1.000 relawan, terbukti vaksin Sinovac bisa menciptakan antibodi pada 97 sampai 98 persen relawan. Kini perusahaan tersebut sedang melakukan uji klinis fase 3 dengan klaim efek perlindungannya bisa bertahan selama dua tahun.



Simak Video "Vaksin Virus Corona dari China Sudah Masuk ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)