Sabtu, 29 Agu 2020 13:05 WIB

Chadwick Boseman Meninggal, Kenapa Kanker Bisa Bikin Tubuh Jadi Kurus?

Firdaus Anwar - detikHealth
HOLLYWOOD, CALIFORNIA - FEBRUARY 24: Chadwick Boseman attends the 91st Annual Academy Awards at Hollywood and Highland on February 24, 2019 in Hollywood, California. (Photo by Frazer Harrison/Getty Images) Chadwick Bosman, aktor Black Panther, meninggal dunia. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images)
Jakarta -

Pemeran Black Panther, Chadwick Boseman (43), dikabarkan meninggal dunia karena kanker usus besar pada hari Sabtu (29/8/2020). Ia sudah empat tahun berjuang melawan kanker tersebut.

"Sebuah kehormatan dari kariernya untuk bisa menghidupkan karakter King T'Challa di film Black Panther," tulis pihak keluarga seperti dikutip dari akun Twitter resmi Chadwick.

Sebelum Chadwick meninggal, sempat beredar foto-fotonya dengan fisik yang tampak begitu kurus. Sebagian netizen bertanya mengapa penyakit kanker bisa membawa perubahan yang begitu drastis pada tubuh.

Menurut ahli kanker dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, tubuh yang sangat kurus adalah kondisi khas pasien kanker stadium lanjut. Hal ini menandakan keadaan yang makin buruk dengan sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh (metastase).

Pengidap kanker bisa kehilangan berat badan secara drastis karena sel kanker yang tumbuh cepat dengan menyerap nutrisi dari makanan. Akibatnya tubuh tidak mendapat nutrisi yang dibutuhkan.

"Kondisi ini disebut cachexia yang ditandai penurunan berat badan akibat tidak ada penyerapan makanan untuk tubuh. Pasien dapat makanan lewat infus atau mekanisme lain tapi bukan untuk energi tubuh. Makanan diserap sel kanker sehingga pertumbuhannya sangat cepat mendahului proses penyembuhan. Akibatnya tubuh pasien kanker menjadi sangat kurus dengan proses penyembuhan yang dibalap pertumbuhan kanker," kata dr Andhika.

Pasien pengidap kanker juga disebut bisa mengalami penurunan selera makan. Hal ini akan semakin berdampak membatasi asupan nutrisi sehingga tubuh juga jadi lebih kurus.



Simak Video "Cara Ilmuwan Deteksi Kerumunan Masyarakat Saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)