Selasa, 01 Sep 2020 08:28 WIB

Masker N95 Bisa Dipakai Sampai 3 Kali, Bagaimana Cara Mensterilkannya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
komparasi masker anti polusi n95 masker ojol masker elektrik Masker N95 bisa dipakai 3 kali, bagaimana cara mensterilkannya? (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta -

Masker N95 yang kini banyak digunakan petugas kesehatan untuk merawat pasien Corona diketahui dirancang untuk penggunaan sekali pakai. Namun menurut penelitian oleh para ilmuwan di UCLA, masker N95 dapat didekontaminasi dan digunakan sampai tiga kali.

Masker N95 diketahui mampu mengurangi paparan agen infeksi di udara, termasuk SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Kekurangan utama dari masker ini, yakni sekali pakai, telah mendorong upaya untuk menemukan metode dekontaminasi baru yang dapat memperpanjang penggunaannya.

"Meskipun masker N95 dirancang hanya untuk satu kali penggunaan sebelum dibuang, masker N95 dapat didekontaminasi dan digunakan kembali sampai 3 kali," kata James Lloyd-Smith, salah satu penulis studi dan profesor ekologi UCLA dikutip dari Science Daily, Selasa (1/9/2020).

Masker N95 dapat dipakai berulang namun dengan catatan, integritas perlengkapan dan segel respirator harus dijaga. Dalam pengaturan laboratorium terkontrol, para peneliti menguji beberapa metode dekontaminasi pada bagian kecil kain filter N95 yang telah terpapar SARS-CoV-2.

Metodenya termasuk hidrogen peroksida yang diuapkan, dipanaskan dalam suhu 70 derajat Celcius, paparan sinar ultraviolet dan semprotan etanol dengan kadar 70 persen.

Karyawan di Laboratorium Rocky Mountain National Institutes of Health di Montana secara sukarela mengenakan masker selama dua jam untuk menentukan apakah masker tersebut tetap pas dan tertutup di wajah.

Para ilmuwan mendekontaminasi setiap masker sebanyak tiga kali, menggunakan prosedur yang sama untuk masing-masing masker. Keempat metode ini diuji untuk melihat apakah mampu menghilangkan virus yang terdeteksi dari sampel uji kain filter N95.

Hasilnya masker yang didekontaminasi dengan hidrogen peroksida yang diuapkan berpotensi digunakan tiga kali. Sementara masker yang disterilkan dengan sinar ultraviolet dan suhu panas mulai menunjukkan masalah pada segel setelah tiga kali dekontaminasi, menunjukkan bahwa masker ini berpotensi dapat digunakan kembali dua kali.

Di sisi lain, para ilmuwan menemukan semprotan etanol merusak integritas pelindung dan segel respirator setelah dua kali dekontaminasi. Sehingga mereka tidak merekomendasikannya untuk dekontaminasi masker N95.

Meski bisa digunakan ulang, peneliti menekankan bahwa siapa pun yang melakukan dekontaminasi masker N95 harus memeriksa kesesuainnya dengan wajah sebelum memakainya kembali.



Simak Video "Jenis Masker yang Sangat Efektif Menurut Profesor Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)