Selasa, 01 Sep 2020 11:39 WIB

Jokowi Sebut Kasus COVID-19 di Indonesia Masih Terkendali, Ini Alasannya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Mural melawan penyebaran virus Corona hiasi kawasan Setu, Cilangkap, Jaktim. Mural itu dibuat untuk dukung perjuangan para petugas di garda depan lawan COVID-19 Jokowi menyebut penanganan dan pengendalian COVID-19 di Indonesia masih terkendali. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut penanganan dan pengendalian COVID-19 di Indonesia masih terkendali. Hingga siang ini, Selasa (1/9/2020), total kasus positif Corona di Indonesia sudah mencapai 174.796 kasus, sementara total sembuh sebanyak 125.959 orang dan 7.417 lainnya meninggal dunia.

"Di negara kita walaupun ada peningkatan kasus positif di beberapa daerah, tetapi kalau dibandingkan negara-negara lain posisi Indonesia masih relatif terkendali dan ini yang harus kita jaga bahwa pengendalian manajemen untuk COVID ini betul-betul masih pada posisi terkendali," kata Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020).

Alasan masih terkendalinya COVID-19 di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor dan salah satunya adalah banyak pasien Corona yang sudah sembuh. Jokowi menjelaskan, saat ini tingkat kesembuhan COVID-19 di Indonesia sudah mencapai angka 72 persen.

"April itu 15 persen kemudian sekarang di bulan Agustus itu 72, persen, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata dunia yang 69 persen," jelasnya.

"Sehingga jumlah kasus positif atau yang masih dalam perawatan juga menurun, dari 77 persen di April menjadi sebesar 23,69 persen di bulan Agustus. Ini lebih baik dari rata-rata dunia, yaitu sebesar 27 persen," tambahnya.

Namun, Jokowi menegaskan tingkat kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi, meski sudah mengalami penurunan dari 7,83 persen pada April menjadi 4,2 persen di awal September ini. "Kita masih punya PR besar (tugas) untuk menurunkan lagi, karena fatality rate di negara kita masih tinggi dibandingkan dengan fatality rate global yang berada di angka 3,36 persen," pungkasnya.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)