Rabu, 02 Sep 2020 06:20 WIB

Disebut 10 Kali Lebih Menular, Mutasi Corona D614G Ada di 4 Negara Ini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Topik Hangat Mutasi Corona D614G
Jakarta -

Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada akhir 2019 lalu, virus Corona yang menyebabkan COVID-19 kini telah bermutasi. Varian mutasi yang telah telah ditemukan dan ramai dibicarakan adalah mutasi Corona D614G.

Varian mutasi ini disebut-sebut para ilmuwan menjadi varian mutasi virus Corona yang paling menular sampai 10 kali lipat, walaupun banyak pakar menegaskan bahwa hal itu baru sebatas hipotesis dan butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

Varian mutasi virus Corona ini pertama kalinya ditemukan pada akhir Februari lalu di Eropa, Amerika Serikat, hingga menyebar ke beberapa negara Asia, termasuk di beberapa kota di Indonesia.

Berikut beberapa negara di Asia yang juga menemukan varian mutasi virus Corona, yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Indonesia

Varian mutasi virus Corona D614G dilaporkan ada juga di Indonesia. Menurut Guru Besar Universitas Airlangga, Prof Chairul A Nidom, mutasi ini sudah ditemukan di Pulau Jawa sejak Maret 2020 lalu.

"Itu kan bukan hal aneh. Sudah lama ditemukan, di Indonesia sendiri dari data yang sudah dilaporkan itu ada beberapa," katanya pada detikcom, beberapa waktu lalu.

Namun, Prof Nidom belum bisa memastikan apakah mutasi virus Corona ini lebih menular hingga 10 kali lipat. Hal ini karena belum ada studi lebih lanjut yang bisa membuktikan hal tersebut.

"Jadi, kalau itu sebetulnya dugaan bahwa dengan perubahan atau mutasi dari (D) asam spartat ke (G) glisin di no 614 itu bisa mempercepat penularan, tetapi belum ada bukti, artinya bagaimana mempercepatnya," jelas Prof Nidom.

Menurut Prof Nidom, varian mutasi Corona ini sudah ada di beberapa wilayah di Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Selain itu, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio menyebut beberapa kota lain yang juga memiliki varian mutasi tersebut. Beberapa kota yang terdapat mutasi Corona yaitu DKI Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Bandung, Surabaya.

"Dihipotesiskan dengan dikaitkan kecepatan infeksi, tetapi itu baru diamati di laboratorium, jadi dari waktu pertama itu diidentifikasi, di tes di laboratorium, bahwa virus yang mengandung mutasi itu bisa menginfeksi sel, katanya 10 kali lebih cepat," ujar Prof Amin.

"Tetapi itu sekali lagi di laboratorium, jadi belum terbukti di komunitas," lanjutnya.

2. Malaysia

Pada Agustus lalu, otoritas kesehatan Malaysia melaporkan mendeteksi adanya varian mutasi virus Corona D614G di negaranya. Varian mutasi inii ditemukan Institut Penelitian Medis Malaysia.

Itu ditemukan pada empat kasus di antara dua klaster atau kelompok COVID-19 yang ada di Malaysia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Kesehatan, Noor Hisham Abdullah.

"Kelompok Sivagangga dan kelompok Ulu Tiram," ungkapnya yang dikutip dari The Straits Times.

"Ini ditemukan 10 kali lebih menular dan mudah disebarkan oleh 'super-spreader' individu," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kata WHO soal Mutasi Virus COVID-19 yang Disebut Makin Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat Mutasi Corona D614G