Rabu, 02 Sep 2020 07:49 WIB

5 Pemeriksaan Pranikah yang Sebaiknya Dilakukan Agar Punya Anak Berkualitas

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Rinawati Rohsiswatmo, dokter spesialis anak konsultan perinatologi. Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) (Foto: dok.Rinawati Rohsiswatmo)
Jakarta -

Di Indonesia, tes kesehatan pranikah atau premarital screening masih sering dianggap tabu. Beberapa orang beranggapan tes ini hanya akan membuka aib kedua pasangan. Padahal, tes pranikah memberikan banyak manfaat seperti mengetahui penyakit yang tidak terdeteksi dan bisa ditangani sejak dini.

Melakukan tes kesehatan pranikah membantu pasangan dapat terbuka satu sama lain soal kondisi kesehatan masing-masing. Selain baik untuk kedua calon pengantin, tentunya tes ini berguna untuk calon bayi seperti mencegah penyakit bawaan yang ditularkan oleh orang tuanya.

Dalam tulisannya untuk HaiBunda.com, konsultan Perinatologi RS Cipto Mangunkusumo Dr dr Rinawati Rohsiswatmo SpA (K) menjelaskan 5 tahapan tes pranikah yang umum dilakukan. Berikut penjelasannya:

1. Pemeriksaan fisik dan laboratorium sederhana

Tes yang paling umum dilakukan adalah pemeriksaan fisik seperti tekanan darah dan gula darah. Pemeriksaan ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai status kesehatan agar segera diobati.

2. Pemeriksaan ke arah pembawa sifat (carrier) thalassemia

Meski kedua calon pengantin terlihat sehat, tidak menutup kemungkinan akan membawa penyakit tertentu yang diturunkan oleh orang tua. Misalnya, orang tua yang memiliki thalassemia (kelainan sel darah merah) punya risiko melahirkan anak-anak dengan thalessemia. Jika sifat pembawa thalassemia sudah diketahui sejak sebelum menikah, bisa dilakukan pencegahan lebih awal.

3. Pemeriksaan penyakit menular

Mendeteksi penyakit menular sangatlah penting. Tidak hanya bisa diobati secara cepat, risiko menulari pasangan juga bisa dicegah. Pemeriksaan ini antara lain meliputi tes hepatitis B, hepatitis C, HIV-AIDS, dan sifilis.

4. Pemeriksaan organ reproduksi

Organ reproduksi merupakan hal yang penting bagi pasangan. Hal ini karena pada organ reproduksi wanita maupun laki-laki dapat menentukan kesuburan dan mengetahui kesehatan ke depannya seperti apa.

5. Pemeriksaan torch

Pemeriksaan ini khusus untuk calon pengantin. Melalui pemeriksaan ini para calon ibu mengetahui kelainan yang dapat ditularkan ke calon bayinya. Hasil yang didapat pemeriksaan torch, yaitu toksoplasmosis, cytomegalovirus (CMV), herpes simplex virus (HSV), dan rubella.



Simak Video "Tanggapan WHO soal Heboh Cacar Monyet Dilabeli Penyakit Gay"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)