Sabtu, 12 Jan 2019 17:32 WIB

Butuh 'Sertifikat Layak Kawin'? Begini Prosedur Mengurusnya di Puskesmas

Ayunda Septiani - detikHealth
Sertifikat layak kawin. Foto: Uyung/detikHealth Sertifikat layak kawin. Foto: Uyung/detikHealth
Topik Hangat Sertifikat Layak Kawin
Jakarta - Kamu dan pasangan harus membuat komitmen yang kuat untuk menikah. Termasuk urusan kesehatan. Itulah mengapa pemerintah DKI Jakarta mewajibkan beberapa pemeriksaan kesehatan untuk para catin (calon pengantin).

Beberapa tes kesehatan harus dilakukan para catin bertujuan untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan sebelum sah menjadi suami-istri.

Caranya bagaimana? Bagi para catin yang ingin mengurus tes kesehatan, bisa terlebih dahulu mendaftar di pukesmas terdekat sesuai dengan wilayah yang sudah ditentukan.

"Iya, harus ada pengatar dari kelurahan dulu. Jika tidak ada, kami tidak bisa memproses. Kan kita tidak punya datanya, dan harus terdaftar dulu dari kelurahan. Ini juga program dari pemerintah DKI," ujar salah satu petugas medis pukesmas di Jakarta Selatan.


Setelah mendaftar, kamu sudah bisa meminta surat keretangan dari petugas setempat untuk melanjutkan pemeriksaan ke ruang laboratorium. Untuk hasil dari laboraturium ini bisa ditunggu sekitar 2 jam.

Tes kesehatan yang dilalui cukup banyak. Mulai dari tes darah rutin, hemoglobin, leukosit, HIV (Human Imunodeficiency Virus) dan Hepatitis. Catin perempuan juga harus diimuninasi TT (tetanus toxoid).

Setelah hasil dari laboratorium keluar, kamu bisa memberikan hasil kertas tersebut kepada petugas yang sebelumnya memberikan rujukan ke ruangan laboratorium, untuk mendapatkan sertifikat 'Layak Kawin'.

Sertifikat ini nantinya digunakan untuk mengurus surat pengantar dari kelurahan. Baru deh, setelah itu bisa 'happily ever after'!

(wdw/up)
Topik Hangat Sertifikat Layak Kawin