Jumat, 04 Sep 2020 05:55 WIB

Benarkah Ada Bullying dan Senioritas di Kalangan Dokter?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up portrait of doctor in hospital operating room Benarkah ada bullying di kalangan dokter? (Foto: Getty Images/graphixel)
Topik Hangat Bullying Dokter Junior
Jakarta -

Meninggalnya seorang calon dokter spesialis di Surabaya tengah jadi perbincangan. Mendiang adalah mahasiswa kedokteran yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Isu yang beredar di media sosial mengabarkan AB meninggal dunia karena korban bullying. Benarkah ada kasus bullying dan senioritas di kalangan dokter?

Spesialis jantung dr Vito A Damay, SpJP(K), MKes, FIHA, FICA, mengatakan bullying mungkin saja terjadi, dan memang tidak perlu tutup mata terhadap kondisi tersebut. Namun bukan berarti hal itu bisa dibenarkan.

"Sebagai dokter, bukan hanya soal kepandaian ilmu pengetahuan, namun lebih dari itu juga moral dan akhlaknya harus dijaga karena di situlah menurut saya makna sebenarnya seorang dokter," ungkap dr Vito saat dihubungi detikcom Kamis (3/9/2020).

Lebih lanjut, dr Vito berpesan jika ada yang mengalami kasus serupa agar segera dibicarakan. Jangan membiarkan masalah tersebut kemudian berlarut-larut.

"Pesan saya kepada rekan rekan sejawat dokter yang akan mendaftar atau sedang menjalani PPDS, Anda adalah dokter yang sudah disumpah, kakak senior dan adik tingkat diperlakukan selayaknya saudara sesuai sumpah kedokteran," sebutnya.

"Lingkungan PPDS adalah lingkungan yang seharusnya ilmiah, bermoral dan berakhlak tinggi. Apabila ada yang tidak selayaknya dilakukan oleh seseorang, kita bisa menilai dengan nurani kita segera bicarakan dengan senior atau guru yang Anda percaya," lanjutnya.

Menurut dr Vito, para pembuat aturan terkait PPDS juga perlu memastikan hak-hak dari para mahasiswa kedokteran. dr Vito menegaskan pengalaman yang ia jalani di masa residen (calon dokter spesialis) memang tidak mudah. Tetapi dr Vito mengakui masa residennya terbantu dengan para senior yang mendukungnya.

"Kepada pembuat kebijakan terkait PPDS agar lebih memperhatikan hak-hak tenaga kesehatan dokter residen, seiring dengan kewajiban yang diembannya," pungkasnya.

Sementara, praktisi kedokteran olahraga dr Andhika Raspati, SpKO juga tak membantah rumor tentang adanya bullying di kalangan dokter yang dilakukan oknum senior. Namun menurut dokter spesialis olahraga tersebut, hal itu tidak bisa disama-ratakan.

"Sudah ada dari dulu sebelumnya. Nggak semua spesialis, nggak semua center itu ada. Karena aku pribadi alhamdulillah aku waktu sekolah dulu tidak mengalami pembullyan atau penindasan oleh senior," ungkapnya saat dihubungi detikcom Kamis (3/9/2020).

Dampak bullying yang dimaksud pun beragam. Beberapa junior mungkin merasa jadi lebih punya banyak pengalaman, misalnya ketika 'dikerjain' untuk lebih banyak jaga di IGD. Namun ketika bullying itu tidak berhubungan dengan proses belajar, maka akan ada banyak dampak negatif yang muncul.



Simak Video "100 Dokter Indonesia Telah Gugur Akibat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Bullying Dokter Junior
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya