Jumat, 04 Sep 2020 14:28 WIB

Revina VT Disebut Body Shaming, Begini Seharusnya Menyikapi Fisik Orang

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Closeup portrait nervous stressed young concerned woman biting fingernails looking anxiously craving something isolated gray background with copy space. Human emotion face expression feeling reaction Body shaming mengandung unsur mempermalukan fisik orang lain (Foto: iStock)
Jakarta -

Selebgram Revina VT menuai cibiran netizen karena dianggap body shaming. Ia mengomentari penampilan fisik salah seorang pengunjung tempat kebugaran yang menurutnya tidak sedap dipandang.

Veronica Adesla, psikolog dari Personal Growth, mengatakan bahwa seseorang dikatakan body shaming jika kata-kata yang diucapkannya mengandung unsur mempermalukan bentuk tubuh. Unsur mempermalukan ini memberi batas tegas dengan komentar pada umumnya.

Dalam keseharian, ucapan-ucapan berbau body shaming kerap tercetus oleh orang-orang terdekat. Vero menyarankan untuk mengingatkan bahwa hal itu tidak baik dan bisa menyakiti orang lain.

"Kita harus ingatkan dia untuk berhenti ngomong 'Sudahlah nggak usah ngomentarin badan orang lain, kalau emang lu nggak nyaman ada di situ ya menjauh saja tanpa perlu komentar'," saran Vero.

Sedangkan jika yang dikomentari adalah seseorang yang dikenal, maka bisa disampaikan langsung dengan cara yang bijak. Syaratnya, harus kenal dekat agar tidak tersinggung.

"Lu bisa dekatin orangnya dan ngomong kalau misalnya badannya bau mungkin bisa dibilangin 'eh mungkin lu bisa pakai deodoran'," kata Vero mencontohkan.

Jika tidak kenal betul dengan orang yang dikomentari, maka menyingkir adalah pilihan yang lebih bijak daripada menghina. Tetap menyakitkan sekalipun tidak di depan orangnya langsung.



Simak Video "Dukungan yang Bisa Dilakukan agar Pasien Corona Tak Takut Stigma"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)