Jumat, 04 Sep 2020 18:38 WIB

Viral Kisah Dokter Berburu ICU untuk Pasien COVID-19, 21 RS Penuh Semua

Ayunda Septiani - detikHealth
Worried female doctor looking through the window Okupansi rumah sakit di Jakarta belakangan ini meningkat tajam (Foto: Getty Images/iStockphoto/bojanstory)
Topik Hangat Kisah di Garis Depan
Jakarta -

Beberapa waktu lalu viral cerita dokter yang merawat pasien virus Corona COVID-19 di media sosial. Dokter tersebut bernama Disa Edralyn. Dalam sebuah utas yang diunggah di akun pribadi miliknya, dr Disa mengatakan bangsal isolasi untuk pasien Corona penuh.

Diceritakan oleh dr Disa, ia awalnya akan merujuk pasien Corona pro HCU (High Care Unit) dan menghubungi puluhan rujukan rumah sakit swasta untuk COVID-19. Namun, rumah sakit menolak untuk menerima pasien rujukan dengan alasan ICU yang penuh.

dr Disa sudah menghubungi rumah sakit yang tersebar di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang tetapi tidak ada ruangan yang bisa ia dapat.

"Jadi waktu itu posisinya pasien itu butuh fasilitas yang lebih tinggi yang tidak tersedia di rumah sakit saya, karena dalam waktu 3 jam saya cari di 21 rujukan rumah sakit swasta dan bukan RSUD pemerintah. Kalau digabungkan dengan RSUD pemerintah banyak lagi yang saya cari. Sekitar 21 rumah sakit rujukan swasta saja penuh, semuanya menolak dengan alasan ICU penuh," papar dr Disa, saat dihubungi detikcom Rabu (2/9/2020).

Hal ini membuat dr Disa khawatir, jika pasien virus Corona COVID-19 terus bertambah di mana mereka akan diisolasi dan siapa yang pula yang akan merawat mereka jika perawat saja sudah banyak yang terpapar Corona.

Dari data yang dihimpun oleh Satgas COVID-19, okupansi atau keterisian tempat tidur di rumah sakit, khususnya di DKI Jakarta, terus meningkat. Untuk ruang isolasi, kapasitasnya sudah mencapai 69 persen dan ICU khusus pasien Corona 77 persen.

Tentunya kondisi tersebut sangat tidak ideal. Penuhnya tempat tidur di rumah sakit akan menambah beban tenaga medis yang akhirnya berdampak pada kesehatan mereka. Tak sedikit juga akhirnya nakes yang tertular COVID-19 bahkan ada yang meninggal dunia.

"Saya dan teman saya beberapa sudah terpapar, yang bukan teman-teman saya tapi sesama dokter sudah banyak sekali yang sudah terpapar," tambah dr Disa.

dr Disa menambahkan, penyakit virus Corona ini bukanlah penyakit yang dalam satu atau dua hari bisa sembuh. Butuh waktu minimal satu hingga dua minggu untuk perawatan pasien Corona. Ini juga tergantung bagaimana kasusnya, apakah berat atau ringan.

Pasien Corona dengan kasus berat membutuhkan ventilator atau alat bantu napas. Sedangkan pada pasien Corona dengan kasus ringan tidak menggunakan ventilator atau alat bantu napas.

Kesediaan tempat tidur juga menjadi hal utama untuk merawat pasien Corona. dr Disa mengatakan semakin banyak pasien maka tempat tidur dan tenaga medis yang dilibatkan juga harus sebanding.



Simak Video "100 Dokter Indonesia Telah Gugur Akibat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Kisah di Garis Depan