Sabtu, 19 Sep 2020 10:29 WIB

Momen Haru Tenaga Kesehatan Rawat Pasien COVID-19 Tanpa Pamrih

Elsa Himawan - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Topik Hangat Kisah di Garis Depan
Jakarta -

Beberapa tenaga kesehatan termasuk perawat tetap merasa optimis di tengah penambahan pasien terus menerus. Seperti yang diceritakan perawat COVID-19 saat harus mengutamakan keselamatan pasien dalam kondisi apapun.

Perawat COVID-19 di RS Siloam Mampang, Jakarta Selatan, Ester Mamahit, mengakui bahwa pasien COVID-19 semakin bertambah banyak seiring waktu. Oleh sebab itu, virus Corona bukanlah hal yang main-main.

"Awal-awal tuh, pasien COVID yang dirawat paling dua orangan yang masuk. Sekarang bisa 10 orang di ruangan ICU, gonta-ganti pasien terus," ujar Ester saat dihubungi detikcom, Jumat (18/09/2020).

Ester juga mengaku bahwa perawat sangat kewalahan menangani pasien COVID-19. Sebab, jumlah tenaga kesehatan tidak sebanding dengan pasien yang ada.

"Di saat tenaga nggak cukup, tetap pasien harus dimasukin cuma karena bed nya ada yang kosong. Kita nggak cukup orang dan tenaga, mau nggak mau bagi-bagi tugas," ujarnya.

Selain itu, Ester juga menceritakan bahwa adanya tekanan yang dirasakan perawat juga dari pasien COVID-19. Misalnya, pasien dengan rawat ICU dalam kondisi tak sepenuhnya sadar, memaksakan diri dan ngeyel untuk bangun dan mencabut alat-alat yang terpasang pada tubuh mereka. Oleh sebab itu, perawat harus selalu sigap untuk menangani masalah tersebut.

Tak sedikit juga pasien dengan kondisi tubuh yang seharusnya memang dirawat di ruangan biasa, justru meminta untuk masuk ruang ICU. Sebab, suhu di ruangan biasa cukup panas, tak sebanding dengan dinginnya ruangan ICU.

Selain itu, Ester juga menceritakan masih ada pasien yang suka menyuruh-nyuruh perawat. Padahal kondisinya, dia mampu dan sangat memungkinkan untuk melakukannya sendiri, misal mengambil barangnya sendiri.

Di balik semua itu, Ester merasa puas ketika melihat ada pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh. Ia menceritakan, saat itu ada seorang pasien yang berada di ruang ICU selama dua bulan dan tak sadarkan diri. Beruntung, pasien tersebut dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Dalam berbagai kejadian yang dialaminya dengan pasien COVID-19, Ester berharap bahwa semua ini bisa menjadi pelajaran bagi setiap orang. Namun, ia sendiri tetap optimis bisa terus menjalani tugas.

"Masyarakat masih belom aware sama virus Corona. Anggap COVID-19 nggak ada. Akhirnya pas kena, baru sadar kalau virus ini emang ada," pungkasnya.



Simak Video "2 Hal Penting untuk Bantu Tenaga Medis Tidak Terserang Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)
Topik Hangat Kisah di Garis Depan