Sabtu, 05 Sep 2020 11:05 WIB

5 Manfaat Sehat Bermalas-malasan yang Didapat Kaum Rebahan

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi tidur siang Tidur siang bisa membangkitkan kembali stamina yang ngedrop (Foto: iStock)
Jakarta -

Saat ini banyak orang berusaha untuk produktif di masa pandemi virus Corona. Berbagai kesibukan dilakukan demi mengisi waktu luang. Tapi tidak ada salahnya jika kamu menyediakan waktu untuk bermalas-malasan alias jadi kaum rebahan.

Bermalas-malasan mungkin terdengar tidak keren, tidak produktif. Ternyata beberapa ahli mengatakan bermalas-malasan memiliki manfaat kesehatan lo. Mulai terhindar dari burnout, dan bisa meningkatkan kecerdasan emosional.

Dikutip dari laman Bustle, berikut beberapa manfaat bermalas-malasan bagi kesehatan tubuh kamu. Apa saja?

1. Tidak burnout

Bermalas-malasan ternyata ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Terlalu memaksakan diri dalam bekerja ternyata tidak baik lho untuk kesehatan. Perlu ada waktu untuk menarik diri dari semua tekanan dalam pekerjaan.

"Kita harus menjalani pekerjaan secara perlahan seperti saat akan makan: kualitas di atas kuantitas, lalu dengan menyediakan waktu untuk istirahat dan berpikir, bukan hanya untuk terus produktif. Rasa bosan dan malas seharusnya bisa digunakan sebagai cara untuk kembali mendapatkan kendali atas tubuh dan waktu yang dimiliki," ujar Isabelle Moreau.

2. Tekanan darah lebih rendah

Tidak ada salahnya dalam sela bekerja kamu mengambil waktu sebentar untuk tidur siang. Dikutip dari laman Guardian, peneliti dari Allegheny College, Pennsylvania, mengatakan tidur selama 45 menit hingga satu jam dapat membantu menurunkan tekanan darah setelah mengalami stres dalam bekerja. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah minta izin untuk rebahan sebentar di tengah jam kerja demi tubuh lebih sehat dan lebih siap untuk menghadapi tantangan berikutnya.

3. Meningkatkan kecerdasan emosional

Sebuah studi mengindikasikan bahwa menonton drama (peneliti mengambil drama Mad Men, The West Wing, The Good Wife, dan Lost) membuat partisipan lebih mampu untuk mendeteksi emosi orang lain daripada menonton film dokumenter atau sama sekali tidak menonton.

Melansir dari Esquire, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, peneliti menyimpulkan narasi lebih membantu orang mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Barangkali jika ada yang tidak suka karena kamu terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menonton, katakan saja kamu ingin meningkatkan kecerdasan emosional.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ragam Jasa 'Permak' Mr P Selain Mak Erot"
[Gambas:Video 20detik]