Rabu, 09 Sep 2020 08:45 WIB

Picu Efek Samping 'Misterius', Uji Coba Vaksin AstraZeneca Dihentikan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Uji coba vaksin COVID-19 AstraZeneca dihentikan. (Foto Ilustrasi: iStock)
Jakarta -

AstraZeneca menghentikan semua uji klinis tahap III vaksin COVID-19 yang dikembangkan bersama dengan Oxford University di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena salah satu relawan di Inggris mengalami efek samping berupa penyakit aneh yang tidak bisa dijelaskan.

"Sebagai bagian dari pelaksanaan uji coba global secara acak dan terkendali dari vaksin Oxford, berdasarkan standar kali, (maka kami) melakukan penundaan vaksinasi untuk melakukan peninjauan data keamanan vaksin," tulis AstraZeneca dalam pernyataanya yang dikutip dari CNN International, Rabu (9/9/2020).

Penghentian uji klinis ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus yang sama. Meski kabar ini sudah beredar, pihak AstraZeneca tidak mengungkapkan reaksi efek samping seperti apa yang muncul pada pasien.

Perusahaan ini menguji vaksin buatannya di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Amerika Latin, Eropa, dan Afrika. Mereka juga menegaskan akan terus menyelidiki dan memastikan penyakit yang disebabkan vaksin tersebut.

"Dalam uji coba besar, penyakit akan terjadi secara kebetulan, tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cepat. Kami berupaya mempercepat peninjauan peristiwa tunggal untuk meminimalkan potensi dampak awal pada jadwa uji coba. Kami berkomitmen terhadap keselamatan peserta kami dan standar perilaku tertinggi dalam percobaan kami," lanjut AstraZeneca.

Sebelumnya, AstraZeneca dan delapan perusahaan lain menandatangani perjanjian terkait persetujuan pemerintah terhadap vaksin. Perjanjian tersebut berisi bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sepakat untuk tidak akan meminta persetujuan dini dari pemerintah untuk vaksin buatan mereka.

Delapan perusahaan tersebut adalah CEO AstraZeneca, BioNTech GlaxoSmithKline, Johnson&Johnson, Merck, Moderna, Novavax, Pfizer, dan Sanofi. Perusahaan-perusahaan tersebut berjanji akan menunggu sampai data-data menunjukkan bahwa vaksin buatan mereka potensial dan aman digunakan.

"Kami percaya dan berjanji akan membantu memastikan kepercayaan publik dalam proses ilmiah dan peraturan yang ketat di mana vaksin COVID-19 dievaluasi hingga akhirnya bisa disetujui," imbuhnya.

Vaksin AstraZeneca ini adalah satu dari tiga vaksin virus Corona yang masuk ke dalam uji tahap 3 hasil akhir di Amerika Serikat. Efek samping umum yang terjadi saat uji coba vaksin, di antaranya demam, sakit kepala, nyeri di tempat suntikan, dan nyeri otot.



Simak Video "9 Kandidat Vaksin Corona Jika Indonesia Resmi Bergabung COVAX"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)