Kamis, 10 Sep 2020 15:11 WIB

Kilas Balik Aturan PSBB di DKI Jakarta hingga Tarik Rem Darurat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Operasi disinfeksi Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dilakukan di kawasan Monas. Hal itu dilakukan untuk sterilisasi lokasi jelang dibuka kembali. PSBB Jakarta akan diberlakukan lagi. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

DKI Jakarta bakal menerapkan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 14 September 2020. Penerapan PSBB ini dilakukan karena tingkat penularan virus Corona di DKI semakin tak terkendali dan meningkatkan risiko kolaps bagi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.

"Hanya perlu 10 hari ke depan (17 September 2020) untuk mencapai tempat tidur isolasi terisi penuh yaitu sebanyak 4.053," demikian pemaparan Anies pada Rabu (9/9/2020).

Satu periode PSBB DKI Jakarta berdurasi 14 hari. Setelah 14 hari, PSBB akan diperpanjang sampai durasi satu hingga dua kali lipat atau diakhiri. Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan PSBB pertama kalinya pada 10 April dan setelah itu beberapa kebijakan soal pembatasan mulai diberlakukan.

Berikut kilas balik aturan PSBB di Jakarta seperti yang dirangkum detikcom:

1. PSBB Tahap 1: 10 April-23 April 2020

Pemprov DKI Jakarta melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kalinya pada Jumat, 10 April sampai 23 April 2020. Kegiatan perkantoran dan sekolah dihentikan, aktivitas warga dibatasi dan tidak boleh berkerumun.

Untuk perkantoran, ada sekitar 11 sektor usaha yang diizinkan tetap beroperasi yaitu kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi-teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar dan utilitas publik, sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.

Di akhir masa PSBB Tahap 1 yakni di 23 April, sebanyak 3.506 positif, 292 sembuh, dan 316 meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

2. PSBB Tahap 2: 24 April-22 Mei 2020

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa PSBB DKI Jakarta menjadi 28 hari. Pemerintah juga resmi melarang mudik mulai Jumat, 24 April 2020. Nantinya, sejumlah jalan untuk orang keluar-masuk dari dan ke wilayah Jabodetabek akan ditutup.

Di akhir masa PSBB Tahap 2 yakni 22 Mei, sebanyak 6.316 positif, 1.558 sembuh, dan 501 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

3. PSBB Tahap 3: 22 Mei-4 Juni 2020

Anies kembali memperpanjang PSBB selama 14 hari. Di waktu ini, Anies menyebut situasi COVID-19 di DKI Jakarta sudah terkendali.

Ia juga mengatakan angka penularan virus Corona semakin menurun. Sebanyak 60 persen warga Jakarta disebut patuh dan tetap berada di rumah.

Di akhir masa PSBB Tahap 3 yakni 4 Juni, sebanyak 7.600 positif, 2.607 sembuh, dan 530 orang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Dear Warga DKI, Tak Perlu Panic Buying Jelang PSBB Total Lagi..."
[Gambas:Video 20detik]