Kamis, 10 Sep 2020 19:05 WIB

Pemerintah Atur WFH-WFO Fleksibel Sesuai Zona Risiko COVID-19, Ini Rinciannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja Pemerintah atur WFH-WFO fleksibel sesuai zona risiko Corona. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartanto, mengatakan untuk menekan angka penularan virus Corona, sektor perkantoran diharapkan memberlakukan kembali jam kerja yang fleksibel. Ia juga menyebut pemerintah akan kembali memberlakukan WFH atau work from home bagi ASN.

"Kalau pekerja di perkantoran tetap dipersiapkan flexible working, jadi ada yang kerja di rumah, ada yang kerja di kantor. Nanti tentu persentasenya akan ditentukan," ungkap Airlangga dalam siaran pers di kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (10/9/2020).


Berikut kriteria WFO yang diatur dalam Perubahan Sistem Kerja ASN berdasarkan zona risiko SE MenPANRB 67/2020:

1. Instansi pemerintah yang berada pada zona kab/kota tidak terdampak atau tidak ada kasus, persentase WFO paling banyak 100 persen.

2. Instansi pemerintah yang berada pada zona kab/kota berkategori risio rendah, persentase WFO paling banyak 75 persen.

3. Instansi pemerintah yang berada pada zona kab/kota berisiko sedang, persentase WFO paling banyak 50 persen.

4. Instansi pemerintah yang berada pada zona kab/kota berisko tinggi, persentase WFO paling banyak 25 persen.

Airlangga juga mengatakan akan melakukan operasi sebagai langkah pengetatan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Kegiatan produktif tentunya dilakukan dgn protikol kesehatna yang ketat. sektor produktif tetap berjalan dan mendorong kampanye menjaga jarak, menghindari kerumunan," pungkasnya.



Simak Video "CDC China: Peningkatan Kasus Corona Tak Hanya Gegara Mutasi Virus"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)