Jumat, 11 Sep 2020 16:21 WIB

Mau PSBB Kok Malah Kumpul-Kumpul Perpisahan, Yakin Sehat?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Tugu peti mati COVID-19 rupanya tak cukup membuat warga sadar untuk lebih disiplin terhadap Corona. Bahkan di dekat lokasi saja banyak warga yang tidak pakai masker. PSBB total akan kembali diberlakukan di DKI Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) total di DKI Jakarta akan kembali diterapkan pada 14 September. Akhir pekan terakhir kabarnya mau dimanfaatkan untuk kumpul-kumpul perpisahan. Mengerikan nggak sih?

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, mengatakan masyarakat tidak perlu merespons PSBB secara berlebihan. Terlebih jika sampai merencanakan untuk berkumpul bersama sebelum PSBB total diberlakukan.

"Jangan seolah-olah PSBB itu kiamat, jadi wajarlah. Merespons jangan berlebihan," kata dr Miko kepada detikcom, Jumat (11/9/2020).

dr Miko menjelaskan, sengaja berkumpul sebelum PSBB dimulai justru bisa menimbulkan kasus baru COVID-19. Maka dari itu, ia mengimbau sebaiknya masyarakat tidak berkumpul agar terhindar dari risiko penularan COVID-19.

"Pertanyaan saya, ngapain ngumpul? Kaya nggak akan dibuka lagi saja, paling dua minggu atau sebulan sudah dibuka lagi. Jadi nggak usah ngumpul, kalau ngumpul malah bisa menimbulkan kasus. Yakin emang semuanya sehat?" tegasnya.

"Jadi kalau nanti kumpul-kumpul kemudian ada kasus di antara Anda malah jadi salah-salahan kan," tuturnya.



Simak Video "Dear Warga DKI, Tak Perlu Panic Buying Jelang PSBB Total Lagi..."
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)