Senin, 14 Sep 2020 05:18 WIB

Round Up

DKI Resmi Perketat PSBB, Tak Boleh Ada Lagi Isolasi Mandiri

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat, menyediakan ruangan isolasi untuk para pemudik yang tidak dapat menunjukkan SKIM, Kamis (28/5/2020). Petugas menyiapkan tempat isolasi di Jakbar (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

DKI Jakarta resmi memperketat lagi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai hari ini, Senin (14/9/2020). Salah satu yang diatur adalah tidak boleh ada lagi isolasi mandiri bagi yang positif terinfeksi virus Corona COVID-19.

"Jadi mulai besok semua yang ditemukan positif diharuskan untuk isolasi secara terkendali di tempat-tempat yang telah ditetapkan," kata Gubernur DKI Anies Baswedan dalam konferensi pers Minggu, (13/9/2020).

Anies menilai, isolasi mandiri di rumah masing-masing tidak efektif karena tidak semua punya pengalaman maupun pengetahuan untuk mencegah penularan. Hal ini justru memunculkan risiko penularan dan menciptakan klaster keluarga.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan kapasitas Wisma Atlet dengan 7 tower mampu menampung pasien isolasi. Tower 6-7 untuk merawat pasien ringan-sedang, dilengkapi 39 tempat tidur ICU dan 45 tempat tidur untuk isolasi.

"Kapasitas kedua tower ini sekitar 1.600 hingga 1.700," kata Doni.

Bagaimana jika ada yang menolak diisolasi?

"Bila ada kasus positif yang menolak diisolasi di tempat yang telah ditentukan, maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama aparat penegak hukum," tegas Anies.



Simak Video "Dear Warga DKI, Tak Perlu Panic Buying Jelang PSBB Total Lagi..."
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)