Jumat, 18 Sep 2020 14:22 WIB

Peneliti Temukan Air Mata Bisa Jadi Medium Penyebaran COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi mata Ilustrasi mata. (Foto ilustrasi: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Menurut sebuah laporan baru yang dirilis untuk menyoroti bagaimana mata bisa menularkan virus Corona, pasien virus Corona COVID-19 pertama yang dikonfirmasi di Italia diketahui masih memiliki partikel virus Corona di matanya meskipun sudah sembuh.

Dikutip dari laman Fox News, pada 23 Januari lalu, seorang wanita berumur 65 tahun melakukan perjalanan dari Wuhan ke Italia. Setelah seminggu, dia mulai mengalami gejala COVID-19 dan dirawat di rumah sakit keesokan harinya pada 29 Januari 2020.

Gejala yang muncul itu adalah batuk kering, sakit tenggorokan, lendir di hidung, radang selaput, dan mata merah. Wanita tersebut pun dinyatakan positif COVID-19 dalam pemeriksaan tes. Beberapa hari setelahnya, demam tinggi muncul, disertai mual dan muntah.

Dalam pemeriksaannya, wanita tersebut tidak hanya diambil swab di hidung, tetapi juga di mata. Hasil pemeriksaan pun menunjukkan bahwa materi genetik dari virus Corona itu pun ada di matanya.

"SARS-CoV2 RNA terdeteksi pada swab matanya beberapa hari setelah dirinya dinyatakan negatif COVID-19 lewat swab hidung," jelas peneliti dalam laporan yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, 17 April.

Selain itu, peneliti menemukan bahwa cairan mata dari pasien yang terinfeksi COVID-19 bisa menjadi sumber infeksi yang potensial.

"Kami menemukan bahwa cairan mata dari pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 mungkin mengandung virus menular, dan karenanya mungkin menjadi sumber infeksi yang potensial," tulis peneliti tersebut.

"Temuan ini menyoroti pentingnya tindakan pencegahan seperti tidak memegang hidung dan mengucek mata, dan sering cuci tangan," saran dari peneliti.



Simak Video "Penularan Corona di Pesawat Sangat Rendah Ketimbang Kesambar Petir"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)