Jumat, 25 Sep 2020 13:05 WIB

Masih 35 Tahun, Tak Mengira Wanita Ini Punya Penyakit Jantung

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Heart Foundation Foto: Heart Foundation
Jakarta -

Tak ada yang menyangka jika perempuan asal Australia ini akan mengalami serangan jantung di usia yang terbilang muda. Ia adalah Margaret, ibu satu anak ini menceritakan kisah tentang dirinya yang mengalami serangan jantung saat berusia 35 tahun.

Melansir Heart Foundation, Margaret menuturkan bahwa serangan jantung pertamanya di usia 35 tahun merupakan pengalaman yang sangat mengerikan. Gejala awalnya terjadi saat ia hendak mengantarkan putranya yang berusia 7 tahun ke sekolah.

"Serangan jantung pertama saya, seperti yang bisa Anda bayangkan, merupakan pengalaman yang sangat mengerikan. Saya tidak pernah menyangka bahwa di usia 35 tahun saya rentan terkena serangan jantung," ucap Margaret.

Merasa tubuhnya tidak sehat, ia pun memutuskan untuk meningkatkan kebugaran tubuhnya melalui olahraga dan datang ke gym. Namun saat itu ia belum sadar bahwa dirinya menderita penyakit jantung. Hingga saat serangan jantung itu tiba, rasa sakit di dada, sesak napas dan pusing membuatnya sangat menderita.

Saat itu, ia sedang berada di Pelabuhan Sydney untuk menghadiri undangan teman yang mengajaknya berlayar dengan kapal. Seiring perjalanan, ia merasa tubuhnya mulai sakit dan mual hingga akhirnya ia pun mabuk perjalanan. Saat sedang berkeliling pelabuhan, ia pun langsung merasakan sesak di dada.

Rasa sakit itu menjalar ke leher sebelah kiri, rahang dan punggungnya. Ia mulai kesulitan bernapas, mual dan sakit yang amat sangat. Baru saat itu ia menyadari jika itu adalah serangan jantung.

"Saya menyadari 'ini adalah serangan jantung, kita harus melakukan sesuatu dengan cepat'," ujarnya.

Beruntung ia cepat dilarikan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit ia pun langsung pingsan. Margaret berpikir ia tidak akan selamat. Ia berkata akan sangat menyesal jika tidak memiliki kesempatan untuk mengucapkan 'selamat tinggal' kepada orang-orang terdekatnya karena serangan jantung ini.

"Setelah itu, saya masih berpikir kematian akan segera terjadi, meskipun saya dirawat dengan sangat baik oleh ahli jantung yang hebat. Awalnya, saya tidak tahu seberapa jauh saya bisa berjalan setelah mengalami serangan jantung. Saya tidak tahu seberapa jauh saya bisa mendorong diri sendiri secara fisik. Bisakah saya mengambil sesuatu? Bisakah saya melakukan pekerjaan rumah? Bisakah saya bekerja lagi?" tanyanya.

Namun akhirnya ia bisa selamat dari maut kala itu. Setelahnya, Margaret pun melakukan berbagai macam program rehabilitasi yang disarankan untuk penderita jantung. Ia mengatakan program rehabilitasi itu tak hanya menguatkannya secara fisik tapi juga mental. Dari kejadian itu, ia menyadari bahwa penyakit atau serangan jantung bisa dialami oleh siapa saja.

"Ini bukan hanya penyakit orang tua, ini dapat menyerang orang yang lebih muda dari segala usia," tukasnya.

Saat ini serangan jantung merupakan pembunuh wanita terbesar di Australia melebihi kanker payudara atau penyakit lainnya. Tak hanya di Negeri Kanguru, di Indonesia, penyakit jantung juga menjadi penyakit dengan tingkat mortalitas yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, penting untuk waspada akan datangnya penyakit jantung. Penyakit ini bisa muncul karena beberapa faktor seperti, genetik hingga gaya hidup yang tidak sehat.

Faktor gaya hidup misalnya, merokok, minum-minuman beralkohol, kurang berolahraga, hingga-makan-makanan berlemak bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

Kadar kolesterol tinggi bisa menyumbat pembuluh darah sehingga darah yang mengalir dari atau ke jantung akan terhambat. Jika proses kinerja jantung tidak normal, maka risiko terjadinya serangan jantung akan semakin tinggi.

Untuk menurunkan kadar kolesterol, bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah serta rajin berolahraga.

Selain itu juga bisa rutin mengonsumsi Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan. Bagi yang suka minuman dingin, Nestlé ACTICOR juga bisa dikonsumsi dengan dikombinasikan bersama es batu atau diminum dalam kondisi dingin.

Nestlé ACTICOR merupakan minuman susu rendah lemak yang mengandung Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Nestlé ACTICOR juga terbuat dari bahan alami dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestlé ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Nestlé ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol.



Simak Video "Cara Ilmuwan Deteksi Kerumunan Masyarakat Saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)