Kamis, 24 Sep 2020 13:05 WIB

Milenial Rentan Stres, Apa Akibatnya bagi Kesehatan Jantung?

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Ilustrasi seseorang yang menderita gejala stres. Foto: Shutterstock
Jakarta - Banyak orang yang berpikir penyakit jantung biasanya diderita oleh orang tua berusia 50 tahun ke atas. Padahal, anggapan itu jelas salah.

Menurut profesor dan ahli jantung di John Hopkins Medicine, permasalahan pembuluh darah dan perkembangan penyakit jantung sering dimulai pada usia 30-an. Artinya generasi milenial yang saat ini didominasi oleh usia 20-40 seharusnya sudah mulai memperhatikan kesehatan jantung mereka.

Salah satu hal yang penting dilakukan milenial untuk menjaga jantung yaitu mengelola stres. Sebab, milenial yang rentan stres memiliki risiko lebih tinggi untuk memperburuk kondisi penyakit jantung di kemudian hari.

Di usia produktif, orang memang menjadi lebih rentan terhadap stres karena tekanan pekerjaan serta beban hidup yang semakin berat. Namun, tidak semua orang menyikapi stres dengan cara yang baik atau positif. Sebagian besar justru melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri.

Melansir Hopkins Medicine, orang yang memiliki stres akan cenderung melakukan perilaku berisiko tinggi terhadap penyakit jantung seperti merokok, minum banyak alkohol, mengonsumsi makanan tidak sehat, dan malas berolahraga. Padahal hal itu justru akan memperburuk kondisi tubuh yang rentan rusak karena stres.

Sebuah penelitian menunjukkan ada hubungan stres dengan peradangan dan ada hubungan peradangan dengan aterosklerosis (pengerasan arteri). Dengan adanya fakta ini, maka mengelola stres adalah pilihan terbaik untuk mengurangi risiko penyakit jantung karena pengerasan pembuluh darah.

Melakukan hal-hal positif seperti rutin berolahraga bahkan lebih baik karena selain bisa mengurangi stres, olahraga juga bisa menyehatkan tubuh. Selain itu, menjaga berat badan agar tetap ideal dengan mengonsumsi makanan sehat serta menghindari makanan berlemak hingga mengontrol kadar gula darah dan kolesterol juga penting untuk dilakukan.

Untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi, milenial bisa melakukan olahraga rutin dan juga mengonsumsi makanan berserat. Selain itu juga bisa rutin mengonsumsi Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan.

Bagi yang suka minuman dingin, Nestlé ACTICOR juga bisa dikonsumsi dengan dikombinasikan bersama es batu atau diminum dalam kondisi dingin.

Nestlé ACTICOR merupakan minuman susu rendah lemak yang mengandung Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Nestlé ACTICOR juga terbuat dari bahan alami dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestlé ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Nestlé ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol.

Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)