Sabtu, 26 Sep 2020 06:50 WIB

Round Up

BPOM 'Take Down' 48 Ribu Lapak Online, Ada yang Jual 'Obat COVID-19'

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Close-up of the automatic capsule package production line. BPOM take down hampir 50 ribu lapak obat ilegal (Foto: iStock)
Jakarta -

Hingga saat ini dipastikan belum ada obat yang definitif untuk mengatasi virus Corona COVID-19. Meski begitu, ribuan lapak obat online ilegal berani mengklaim dagangannya sebagai 'obat COVID-19'.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak tinggal diam. Pada 2019, badan yang dikepalai Penny K Lukito ini mengidentifikasi 24.573 link penjualan obat ilegal.

"Jumlah ini meningkat hampir 100 persen menjadi 48.058 tautan selama semester I 2020," tulis BPOM dalam keterangan pers, Jumat (25/9/2020).

Beberapa obat yang diklaim bisa mengatasi COVID-19 di lapak-lapak tersebut antara lain mencakup hydroxychloroquin, azitromisin, dan dexamethasone. Penjualan obat-obat ilegal tersebut kini telah di-take down.

Sementara itu, dalam periode Maret-September 2020 juga telah dilakukan penindakan di 29 provinsi dengan barang bukti senilai Rp 46,7 miliar. Temuan terbaru adalah 60 item obat ilegal di Rawalumbu, Bekasi, dengan nilai keekonomian diperkirakan Rp 3,25 miliar.



Simak Video "BPOM Temukan 48 Ribu Iklan Obat Ilegal, Termasuk Herbal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya