Rabu, 30 Sep 2020 14:07 WIB

Satgas COVID-19: Jika Bergejala, Tetap Pakai Masker di Dalam Rumah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Petugas gabungan menggelar razia masker di kawasan Solo. Razia itu digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker di dalam rumah untuk cegah penularan Corona. (Foto: Agung Mardika)
Jakarta -

Penularan virus Corona di lingkaran dekat, salah satunya keluarga, sudah menjadi perhatian serius belakangan ini. Terlebih sudah banyak skali transmisi lokal di antara anggota keluarga yang dilaporkan.

Kemunculan klaster keluarga pun sudah cukup banyak dan signifikan. Biasanya, klaster keluarga terjadi saat seseorang tidak sadar membawa virus COVID-19 ke dalam rumah sehingga menulari anggota keluarga lain.

Ada beberapa cara yang disarankan untuk meminimalisir klaster keluarga. Disebutkan oleh Dewi Nur Aisyah Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, pakai masker di dalam rumah jadi salah satu solusi mengurangi risiko terjadinya klaster keluarga.

"Jika sudah ada gejala, pakai masker meski di dalam rumah. Jangan lupa juga ketika ada tamu ke rumah, kita tetap protokol kesehatannya," katanya dalam siaran pers BNPB melalui kanal Youtube, Rabu (30/9/2020).

Selain itu, ini cara mencegah klaster keluarga di rumah:

- Jika tidak perlu sekali, tidak keluar rumah
- Mengetahui darimana potensi sumber penularan (orang yang bepergian ke luar rumah, supir, ART)
- Jika sudah ada gejala, gunakan masker meski di dalam rumah
- Tetap terapkan protokol kesehatan saat menerima kunjungan orang lain
- Kurangi kegiatan sosial di tengah masyarakat
- Jangan jalan-jalan atau piknik di tempat ramai

Dewi menjelaskan, langkah preventif dibutuhkan sebab apabila muncul satu orang positif di lingkungan keluarga, besar kemungkinan dia akan menularkan ke anggota keluarga lain.

"Satu orang positif ini bisa menularkan kepada anggota keluarganya. Bisa keponakan, adik, adik ipar, bisa terkena dari (awalnya) satu orang yang positif," ungkapnya.



Simak Video "Klaster Penularan COVID-19 di Kementerian, Kemenkes Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)