Selasa, 06 Okt 2020 11:00 WIB

Studi Terbaru Temukan Corona Bisa Bertahan 9 Jam di Kulit, Ini Cara Membunuhnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi virus Corona Ilustrasi virus Corona. (Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Jakarta -

Sebuah studi baru menunjukkan virus Corona mampu bertahan hingga beberapa jam di kulit manusia. Untuk menghindari kemungkinan menginfeksi sukarelawan sehat, peneliti melakukan percobaan laboratorium menggunakan kulit mayak yang seharusnya digunakan untuk cangkok kulit.

Dikutip dari Reuters, studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases tersebut membandingkan ketahanan virus influenza dan Corona. Hasilnya, virus influenza bertahan kurang dari dua jam di kulit manusia sementara virus Corona mampu bertahan selama lebih dari sembilan jam.

Tim dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang, mengatakan informasi tentang waktu bertahan hidup virus pada kulit dapat membantu mengembangkan pendekatan untuk mencegah penularan melalui kontak dan menunjukkan betapa pentingnya mencuci tangan.

"Stabilitas sindrom pernapasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pada kulit manusia masih belum diketahui, mengingat bahaya paparan virus pada manusia," tulis para penulis.

Temuan yang tidak kalah penting juga menunjukkan kedua virus tersebut benar-benar mati dalam waktu 15 detik saat diberi handsanitizer yang mengandung alkohol 80 persen.

"Penemuan ini mendukung hipotesis bahwa kebersihan tangan yang benar penting untuk pencegahan penyebaran SARS-CoV-2," tambahnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan penggunaan antiseptik berbasis alkohol dengan alkohol 60 hingga 95 persen atau mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.



Simak Video "Penularan Corona di Pesawat Sangat Rendah Ketimbang Kesambar Petir"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)