ADVERTISEMENT

Rabu, 14 Okt 2020 10:03 WIB

Wanita Ini Meninggal Setelah Alami Reinfeksi COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi jenazah Wanita ini meninggal usai alami reinfeksi COVID-19. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Seorang wanita asal Belanda berusia 89 tahun dengan kondisi kanker sumsum langka meninggal dunia setelah terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya. Ia pertama kali dinyatakan positif COVID-19 setelah masuk IGD karena mengalami batuk dan demam parah.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Oxford University Post, wanita tersebut keluar dari IGD setelah lima hari namun masih mengalami kelelahan. Hampir dua bulan kemudian, dia memulai kemoterapi untuk mengobati kondisi Waldenstrom macroglobulinemia, kanker langka yang ada di sel darah putih.

Selang dua hari setelahnya, yang menandai 59 hari sejak diagnosis COVID-19 pertamanya, wanita ini kembali mengembangkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Saat dites, dia kembali dinyatakan positif COVID-19.

Untuk memastikan, wanita tersebut juga diuji dua kali untuk antibodi SARS-CoV-2, tetapi keduanya negatif. Pada hari ke-8 setelah reinfeksi, kondisinya memburuk dan dia meninggal dunia dua pekan kemudian.

"Pasien kami mengalami gangguan kekebalan, karena Waldenstrom makroglobulinemia yang diobati dengan terapi perusak sel B mengakibatkan penurunan kekebalan," tulis peneliti dikutip dari Fox News.

Kasus infeksi ulang telah dilaporkan terjadi di Belanda, Hong Kong, Nevada, Belgia dan Ekuador, tetapi hanya sedikit yang menunjukkan kasus kedua lebih parah.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT