Kamis, 15 Okt 2020 06:08 WIB

Manfaat Bermain dengan Anak dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Shot of a mother and father playing with their two sons in their bedroom Bermain dengan anak (Foto: iStock)
Jakarta -

Bermain bagi anak-anak merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan menyenangkan. Selain itu, orang tua harus tahu bahwa ada banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui kegiatan bermain ini, lho.

Menurut National Association for the Education of Young Children (NAEYC), bermain menjadi kegiatan yang vital dalam perkembangan bahasa, kognitif, sosial, dan regulasi emosi anak. Bermain juga merupakan bentuk ekspresi kreatif yang dapat memunculkan kreativitas pada anak.

Aisyah Almas Silmina, M.Psi, seorang psikolog klinis anak di RS Pusat Otak Nasional, memaparkan beberapa manfaat bermain bagi anak.

1. Perkembangan fisik dan motorik

Menurut Almas, bermain dapat membantu anak untuk mempelajari bagaimana ia menggunakan ototnya serta mengkoordinasikan visual dan gerakan tubuhnya. Misalnya ketika bermain sambil berlari. Hal ini memacu perkembangan fisik serta motoriknya.

2. Perkembangan kognitif

Psikolog yang juga berpraktik di Layanan Psikologi Bileva tersebut menjelaskan, dalam perkembangan kognitif, bermain menimbulkan rasa ingin tahu, kapasitas untuk menyimpan informasi baru, mengembangkan keterampilan bahasa, dan keterampilan memecahkan masalah anak-anak.

3. Perkembangan sosioemosional

Permainan yang dilakukan anak kerapkali melibatkan orang lain seperti teman di sekitarnya sehingga bermain dalam hal ini juga mendorong kemampuan menjalin pertemanan dan komunikasi, hubungan yang erat dengan orang lain, meningkatkan keterampilan regulasi emosi, melatih kompromi pada regulasi, menunggu giliran, dan masih banyak lagi. Selain itu, bermain juga dapat menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan diri pada anak.

Ketiga perkembangan tersebut yang menjadi manfaat dari kegiatan bermain bagi anak.

"Semakin anak bertumbuh besar, cara anak bermain pun akan berubah. Mereka akan lebih kreatif dan lebih banyak bereksperimen dengan ide maupun permainan," kata Almas, dalam tulisannya di HaiBunda.

Berdasarkan jenisnya, permainan dibagi menjadi dua yaitu permainan terstruktur dan tidak terstruktur.

Permainan terstruktur biasanya permainan yang mengikatkan diri pada aturan tertentu. Sedangkan permainan tidak terstruktur merupakan permainan yang menarik minat anak dan terjadi begitu saja. Contoh permainan tidak terstruktur yaitu seni dan musik, bermain peran, hingga permainan yang mengeksplorasi ruang dan tempat yang ada.

Almas membagikan beberapa tips bagi orang tua yang bermain dengan anak. Yang pertama, luangkanlah waktu selama 10-20 menit sehari tanpa terdistraksi dengan urusan lain seperti pekerjaan. Buatlah kehadiran secara utuh untuk anak agar mereka merasa senang.

Kedua, jadikan diri Anda sebagai mitra ketika bermain. Hal ini penting karena keterlibatan Anda membuat antusiasme mereka meningkat. Ketiga, latih anak untuk melakukan improvisasi selagi permain. Misalnya ketika bermain balok, buat mereka berimprovisasi mengenai bentuk yang akan mereka buat.

Keempat, carilah media permainan yang mudah ditemukan. Media permainan ini tak selalu berupa alat permainan. Misalnya permainan tepuk tangan atau tummy time bisa menjadi salah satu media permainan yang menarik bagi anak. Dan yang kelima adalah hindari untuk terlalu mengarahkan kegiatan bermain anak sehingga imajinasi dan kreativitas mereka tetap terasah.



Simak Video "UNICEF: Orang Tua Juga Harus Perhatikan Kesehatan Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)