Jumat, 16 Okt 2020 20:00 WIB

Gejala Tak Biasa COVID-19, Pria Ini Tertidur 20 Jam Sehari

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19
Jakarta -

Berbagai gejala COVID-19 pernah dilaporkan, mulai dari demam hingga sesak napas. Bahkan setelah sembuh pun gejala jangka panjang juga masih terlihat pada pasien COVID-19.

Salah satunya seorang pria di Inggris yang tidak disebutkan namanya, yang mengalami gejala tak biasa akibat COVID-19. Bukan batuk atau kehilangan indra perasa, tetapi ia tidur 20 jam sehari, bahkan di posisi duduk bukan berbaring.

Istri dari pria tersebut mengatakan hal ini terjadi setelah hampir 6 bulan lalu mengalami gejala virus Corona sampai sekarang.

"Dia tidur sekitar 20 jam sehari, 20 jam dari setiap 24 jam dan sekarang dia masih tidur. Dia lebih sering tidur selama 5,5 bulan terakhir ini setelah terinfeksi virus Corona," jelasnya pada para ilmuwan di Royal College of General Practitioners, yang dikutip dari Express, Jumat (16/10/2020).

"Dia tidur nyenyak dengan posisi duduk, bukan berbaring. Dia benar-benar kelelahan," lanjutnya.

Adapun pasien-pasien lain di Inggris yang juga mengalami hal yang sama. Mereka merasa seperti terus-menerus ditekan oleh beban yang berat.

"Saya masih bisa merasakan beban ini di dada saya. Kemudian sekitar 14-15 hari setelahnya, beban itu sudah hilang," kata pasien COVID-19 lainnya.

"Rasanya seperti saya sedang terlindas. Saya merasa gravitasi seperti memberi tekanan ekstra pada anggota tubuh saya," imbuhnya.

Berdasarkan studi gejala COVID-19, dari berbagai gejala jangka panjang Corona yang banyak dialami adalah kelelahan dan batuk terus-menerus. Hal ini sama sekali tidak berpengaruh dari seberapa parah kondisi pasien tersebut.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19