Minggu, 18 Okt 2020 11:59 WIB

Benarkah Seks Dapat Memicu Serangan Jantung?

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Heart monitor Benarkah hubungan seks bisa meningkatkan risiko serangan jantung? (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Hubungan seks merupakan aktivitas fisik yang terbilang intens. Karenanya, timbul ketakutan terkena serangan jantung ketika melakukan seks terutama mereka yang memang telah memiliki riwayat buruk terkait jantungnya.

Alasannya karena jantung akan berdetak lebih kencang ketika melakukan seks. Banyak yang mempercayai bahwa serangan jantung ketika melakukan seks merupakan sesuatu kondisi yang mungkin terjadi.

Benarkah risiko terkena serangan jantung meningkat karena hubungan seks?

Penelitian yang diterbitkan Journal of American College of Cardiology menunjukkan bahwa risiko jantung berhenti pada laki-laku saat berhubungan seks sangat rendah. Peneliti menganalisis 4.557 kasus serangan jantung yang dilaporkan di Portland, Oregon, terhitung mulai tahun 2002 sampai 2015.

Setelah itu, kasus tersebut diklasifikasikan antara kasus yang berhubungan dengan seks dan yang tidak berhubungan dengan seks. Hasilnya didapati bahwa dari semua kasus serangan jantung, hanya 34 kasus, atau 0,7 persen yang terkait dengan seks. Dari 34 kasus tersebut, 32 kejadian dialami laki-laki dan 2 kasus dialami oleh perempuan.

Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa laki-laki yang mengalami serangan jantung ketika dan setelah melakukan seks sudah memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Kebanyakan kasus serangan jantung ketika seks terjadi akibat stimulasi seksual.

Namun, tak hanya itu, faktor stres, mengkonsumsi minuman atau makanan yang berkafein tinggi serta obat kuat semacam viagra juga meningkatkan serangan jantung ketika seks dapat meningkat.



Simak Video "Pentingnya Deteksi Jantung saat Berolahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)