Selasa, 20 Okt 2020 08:30 WIB

Menginfeksi Puluhan Mahasiswa China, Seberapa Bahaya Norovirus?

Firdaus Anwar - detikHealth
china Menginfeksi puluhan mahasiswa di China, seberapa bahaya norovirus? (Foto: Getty Images/Getty Images)
Jakarta -

Lebih dari 70 mahasiswa di China dilaporkan mengidap norovirus dengan gejala diare dan muntah-muntah. Pakar kesehatan Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD(K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menjelaskan norovirus sebetulnya bukan virus baru dan sudah terdeteksi ada juga di Indonesia.

Kasus norovirus di Indonesia dimuat dalam Journal of Medical Virology Mei 2020 lalu. Peneliti menguji 91 sampel feses, hasil studi menemukan 14 sampel atau 15,4 persen di antaranya mengandung norovirus.

Seberapa berbahaya norovirus?

Untuk menjawab pertanyaan seberapa berbahaya suatu penyakit biasanya ada beberapa indikator yang dilihat. Mulai dari gejala yang ditimbulkan, tingkat kematian, hingga tingkat penyebarannya.

1. Gejala

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala infeksi yang paling umum adalah diare, mual, muntah, dan sakit perut. Gejala lainnya yang bisa turut menyertai mulai dari demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh.

"Bila terinfeksi norovirus, kamu bisa merasa sangat sakit dengan gejala sering muntah-muntah dan diare sepanjang hari. Ini bisa berujung pada dehidrasi, terutama pada anak-anak, orang tua, serta orang dengan penyakit bawaaan," tulis CDC seperti dikutip pada Senin (19/10/2020).

2. Tingkat kematian

Secara umum, orang-orang yang terinfeksi norovirus bisa membaik dalam waktu 1-3 hari. Hanya saja pada beberapa kasus, dehidrasi parah akibat muntah dan diare yang ditimbulkan dapat menyebabkan kematian ketika tidak ditangani dengan baik.

CDC memprediksi setiap tahun ada sekitar 685 juta kasus infeksi norovirus di dunia. Hal ini berujung pada sekitar 50 ribu kematian anak-anak setiap tahun yang kebanyakan terjadi di negara berkembang.

3. Tingkat penyebaran

Norovirus menyebar ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus. Biasanya ini terjadi bila makanan atau minuman ditaruh di area yang terkontaminasi oleh partikel virus, dicuci dengan air yang terkontaminasi, hingga disentuh oleh orang lain yang terinfeksi.

Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Epidemiology and Infection 2018, angka reproduksi atau R0 untuk norovirus bisa bervariasi mulai dari satu hingga tujuh tergantung dari situasi di lingkungan terjadinya wabah. Ini artinya satu kasus norovirus bisa memberikan satu hingga tujuh kasus tambahan tanpa intervensi.



Simak Video "Norovirus Juga Ada di Indonesia, Begini Cara Cegah Penularannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)