Jumat, 23 Okt 2020 23:00 WIB

4 Alasan Mengapa Virus Corona Bisa Sangat Mematikan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pengendara melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di Kawasan Bangil, Pasuruan, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (20/4/2020). Mural tersebut dibuat bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi warga agar tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj. Virus Corona COVID-19 (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta -

Sejak muncul di akhir Desember 2019 lalu, virus Corona atau SARS-CoV-2 kini sudah menyebar ke banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Virus berbahaya ini juga telah menyebabkan banyak orang meninggal dunia.

Dikutip dari Worldometer, virus ini pertama kali muncul di Wuhan, China ini menyebabkan kasus kematian yang sudah mencapai 1.142.745 orang. Sebenarnya seberapa bahaya sih virus Corona ini?

Berikut beberapa alasan mengapa virus Corona bisa sangat berbahaya, yang dikutip dari BBC News.

1. Bisa menipu tubuh

Di awal infeksi, virus Corona berbahaya ini bisa menipu tubuh. Virus ini bisa menyebar ke paru-paru dan saluran pernapasan lain. Tetapi, anehnya sistem kekebalan tubuh kita merasa baik-baik saja.

"Virus ini brilian. Virus ini bisa menumpuk di hidung kamu, tetapi kamu merasa baik-baik saja," ujar Prof Paul Lehner dari University of Cambridge.

Saat virus Corona mulai menguasai tubuh, sel-sel tubuh akan mulai melepaskan interferon, yaitu sinyal peringatan ke seluruh tubuh dan sistem kekebalan.

2. Menular dengan cepat

Di saat satu jari sebelum sakit, jumlah virus di dalam tubuh akan mencapai puncaknya. Butuh waktu setidaknya satu minggu sebelum virus itu berkembang di dalam tubuh.

Virus Corona ini juga bisa berpindah atau menular orang lain dengan mudah. Menurut Prof Lehner, virus ini tidak akan peduli pada kondisi tubuh orang yang terinfeksi olehnya.

"Virus itu tidak peduli jika kamu mati," katanya.

3. Virus yang baru

Virus Corona baru ini juga memiliki kemiripan dengan beberapa strain virus lain yang pernah ditemukan di masa lalu. Ada empat virus Corona manusia lainnya yang juga bisa menyebabkan gejala yang mirip seperti flu biasa.

"Ini adalah (virus) yang baru, jadi kami pikir tidak ada banyak kekebalan sebelumnya di sana," kata Prof Tracy Hussell dari Universitas Manchester.

"Virus ini sangat mengejutkan sistem kekebalan kamu," imbuhnya.

Namun, di usia yang lebih tua nanti, tubuh akan menghasilkan kumpulan sel-T yang merupakan komponen inti sistem kekebalan tubuh, menjadi kurang beragam. Akibatnya, tubuh akan lebih sulit bertahan untuk melawan virus Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Negara Bebas Corona, Mana Saja Itu?"
[Gambas:Video 20detik]