Jumat, 30 Okt 2020 13:37 WIB

5 Alur Pemberian Vaksin COVID-19, Harus Tunggu 30 Menit Sebelum Pulang

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemprov Jabar melakukan simulasi vaksinasi COVID-19 di Kota Depok, Kamis (22/10/2020). Simulasi vaksinasi COVID-19. (Foto: DEDY ISTANTO)
Jakarta -

Pemerintah berencana melakukan vaksinasi COVID-19 di bulan depan. Indonesia juga sudah mengamankan stok vaksin sekitar 6,6 juta dosis yang akan tiba pada November.

Kementerian Kesehatan selaku pelaksana program vaksinasi telah membuat alur pemberian vaksin COVID-19. Dikutip dari laman resmi Kemenkes, berdasarkan Berdasarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi COVID-19 Kemenkes, alur pemberian vaksin dilakukan melalui 5 tahapan.

Tahapan yang dimaksud adalah pendaftaran, skrining, pemberian vaksin, konsultasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dan menunggu selama 30 menit sambil dipantau oleh tenaga kesehatan.

"Pada saat skrining, calon penerima vaksin didata identitasnya, gejala yang sama seperti COVID-19, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penggunaan obat, riwayat pemberian vaksin dalam waktu 1-14 hari terakhir, dan kondisi kehamilan," demikian dikutip dari laman tersebut, Jumat (30/10/2020).

Setelah itu, calon penerima vaksin menuju ruang tindakan untuk diberi suntikan. Vaksin diberikan 2 kali, yakni di hari pertama pemberian vaksin dan berikutnya pada hari ke-14.

Setelah itu penerima vaksin menuju ruang KIPI. Penerima vaksin dijelaskan apa itu KIPI, gejala yang timbul setelah diberi vaksin, dan penanganannya. Selanjutnya penerima vaksin diarahkan menuju ruang tunggu dan diarahkan menunggu selama 30 menit untuk melihat apakah ada gejala yang muncul.

Usai 30 menit, penerima vaksin bisa meninggalkan ruangan. Jika terjadi gejala pada saat sampai di rumah atau beberapa hari setelah vaksin, diharuskan segera memriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Saat ini Kemenkes telah melakukan simulasi vaksinasi COVID-19 di beberapa rumah sakit, salah satunya di RS J Leimena, Ambon, Maluku.

Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Andi Saguni, MA mengatakan simulasi vaksin harus teratur dan pasti, mulai dari jalur pertama orang masuk hingga keluar ruangan, termasuk kondisi gedung dan kemampuan SDM.

"Pelaksanaan pemberian vaksin harus dipastikan kelengkapan peralatan, gedung, dan SDM. Kita tunjukkan bahwa kita siap memberikan pelayanan yang baik," katanya.



Simak Video "Uji Vaksin AstraZeneca Berpolemik, RI Jadi Beli?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)