Sabtu, 31 Okt 2020 06:26 WIB

Banyak Berkeringat Saat BAB? Ini yang Sebenarnya Terjadi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
fakta seputar buang air besar Berkeringat saat BAB (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Buang air besar (BAB) merupakan rutinitas sehari-hari yang seharusnya tidak membutuhkan usaha terlalu keras, kecuali saat sembelit atau masalah lain. Namun begitu, seringkali orang melakukannya sampai keringat bercucuran.

Normalkah jika sering berkeringat saat BAB?

Brian Wolfman, ahli pencernaan dari Coastal Gastroenterology Associates di New Jerey, mengatakan keluarnya keringat saat BAB merupakan refleks tubuh yang melibatkan saraf vagus. Ini adalah saraf yang menghubungkan otak dengan sistem pencernaan.

"Ketika sesuatu merangsang saraf vagus, ini menyebabkan denyut jantung melambat dan pembuluh darah melebar, yang keduanya memicu anjloknya tekanan darah dan berkurangnya aliran darah ke otak," katanya, dikutip dari Livestrong.

Kondisi ini mirip seperti yang terjadi pada vasovagal syncope atau sinkop vasovagal. Pada tingkatan tertentu, kondisi tersebut bisa menyebabkan seseorang mudah pingsan.

Dikatakan, berkeringat saat BAB bukan hal yang langka. Penyebab paling umum adalah konstipasi, yang dialami 33 dari 100 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas.

"Saat Anda duduk, ambil napas panjang dan mengejan, itu mengurangi jumlah darah yang kembali ke jantung dan karenanya jumlah dara yang keluar juga berkurang," jelas Dr Wolfman.

Berbahayakah?

Bagi sebagian besar orang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi pada kondisi tertentu, keluhan ini tetap harus jadi perhatian.

"Jika Anda berusia 50 tahun ke atas, punya masalah jantung atau ketidaknormalan dasar panggul, Anda sebaiknya periksa untuk menghindari kondisi yang lebih serius," saran David M Poppers, MD, PhD, dokter pencernaan dari NYU Langone Health di Now York City.



Simak Video "Pentingnya Deteksi Jantung saat Berolahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)