Rabu, 04 Nov 2020 18:15 WIB

Tetap Waspada! Ini Penyebab Terjadinya Reinfeksi COVID-19

Angga Laraspati - detikHealth
Poster Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr Dirga Sakti Rame menyatakan antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan COVID-19 tak bertahan lama. Sehingga ia mengatakan orang yang sudah sembuh masih dapat terinfeksi virus lagi atau yang biasa disebut reinfeksi.

dr Dirga menuturkan meskipun kasus reinfeksi COVID-19 baru ditemukan kurang dari 30 kasus di dunia, tetapi masyarakat yang sudah sembuh masih berisiko terinfeksi lagi. Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap hati-hati dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Sekalipun sudah dinyatakan sembuh, harus tetap hati-hati karena sudah ada informasi soal reinfeksi. Jadi harus tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M," ujar dr Dirga dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020).

Hal tersebut dikatakan dr Dirga dalam Dialog Produktif 'Vaksin: Intervensi Kesehatan Masyarakat yang Efektif dan Aman' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (3/11) kemarin.

Lebih lanjut, dr Dirga memaparkan selain mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, masyarakat juga diharapkan untuk terus memperhatikan kebersihan, berinteraksi dengan hewan, serta menerima vaksin untuk melindungi diri dan keluarga.

"Kita harus makin waspada, berdasarkan sejarah pandemi ini bisa berulang, seperti sebelumnya ada pandemi influenza," imbuhnya.

Sementara itu, ia juga mengingatkan untuk masyarakat yang hasil pemeriksaannya menunjukkan positif COVID-19, harus tetap berpikir positif dan tenang. Setelah itu langsung berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan yang harus dilakukan dan jika perlu minum obat yang telah direkomendasikan.

"Setelah konsultasi ke dokter, baru minum obat. Jangan berinisiatif untuk minum obat-obatan sendiri," tegasnya.

Dirinya pun mengatakan untuk kasus COVID-19 dengan gejala ringan hanya perlu isolasi mandiri, bahkan tanpa perlu mengonsumsi obat-obatan khusus selain yang obat-obatan suportif seperti vitamin atau obat pereda demam dan batuk yang dapat didapatkan secara bebas.

(akn/ega)