Sabtu, 07 Nov 2020 06:53 WIB

WHO Tanggapi Mutasi Corona dari Cerpelai yang Ditemukan di Denmark

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The young weasel in the big cage. Ilmuwan menemukan mutasi virus Corona pada cerpelai (Foto: Getty Images/iStockphoto/kimberrywood)
Jakarta -

Baru-baru ini, mutasi Corona dari cerpelai atau mink ditemukan di Denmark. Ada 17 juta cerpelai atau mink yang akan dimusnahkan untuk menghindari risiko penularan virus dari cerpelai ke manusia dan antarmanusia.

Ahli epidemiologi dan penyakit infeksi WHO, Dr Maria Van Kerkhove menjelaskan mutasi Corona adalah hal normal yang terjadi. Maria menegaskan kini sebuah studi tengah mempelajari lebih lanjut terkait mutasi Corona dari cerpelai ini.

"Virus di cerpelai kami telah melihat ini selama beberapa bulan dan yang kami pahami adalah cerpelai ternyata bebas terinfeksi melalui kontak manusia dan kembali ke manusia, selalu ada kekhawatiran ketika Anda memiliki sirkulasi dan penularan dari manusia ke hewan dan hewan kepada manusia," jelas Kerkhove dalam konferensi pers virtual WHO di Jenewa, Jumat (6/11/2020).

Ia juga menegaskan WHO juga sudah berkomunikasi langsung dengan kelompok yang mengevaluasi strain tersebut, mutasi Corona dari cerpelai. Namun, belum bisa dipastikan apakah mutasi Corona ini menjadi berbahaya atau menular antarmanusia.

"Ada studi yang sedang berlangsung untuk memahami situasi di Denmark. Kami memiliki hubungan yang baik dengan rekan-rekan di kelompok yang mengevaluasi strain yang diidentifikasi dalam ini, sehingga temuan mereka menemukan mereka telah melihat varian di beberapa strain yang memiliki mutasi," jelasnya.

"Dan saya harus mengingatkan Anda bahwa mutasi adalah normal, jenis perubahan pada virus adalah sesuatu yang telah kami lacak sejak awal dan Anda mendengar saya berkali-kali mengatakan bahwa WHO memiliki jaringan laboratorium global dan pekerjaan tertentu," tegasnya.

Meski begitu, ia menegaskan studi lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui mutasi dari cerpelai atau mink ini jika nantinya virus ditemukan berperilaku berbeda.

"Masing-masing dari perubahan dan mutasi ini apakah mereka teridentifikasi di cerpelai atau teridentifikasi manusia apa pun untuk dievaluasi karena kita perlu menentukan pentingnya masing-masing ini dan jika salah satu dari perubahan ini berarti virus berperilaku berbeda," pungkas Kerkhove.



Simak Video "WHO Pelajari Mutasi Corona dari Hewan Cerpelai di Denmark"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)