Minggu, 08 Nov 2020 09:00 WIB

Suka Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa? Ini Kata Ahli

Firdaus Anwar - detikHealth
kamera Merekam video seks diri sendiri termasuk gangguan jiwa? (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Belum lama ini di media sosial viral video seks yang disebut-sebut mirip artis Gisel. Terkait hal tersebut sebagian netizen penasaran mengapa ada orang yang mau merekam dirinya sendiri saat berhubungan seks.

"Buat apa divideoin? Buat kenang-kenangan gitu?" komentar satu pengguna Twitter.

Ahli kesehatan jiwa dr Andri, SpKJ, dari RS OMNI Alam Sutera menjelaskan ada orang yang menganggap tindakan merekam adegan intim diri sendiri ini sebagai kondisi kejiwaan. Misalnya saja dihubungkan dengan perilaku narsistik karena kemungkinan rasa bangga melihat tubuh sendiri.

Ada juga yang menghubungkan dengan sifat eksibisionisme atau voyeurisme.

Satu hal yang jelas menurut dr Andri tanpa dilakukan pemeriksaan maka tidak bisa dilakukan diagnosis. Istilah-istilah tersebut tidak bisa digunakan sembarangan karena memiliki implikasi dalam konteks kesehatan mental dan penegakan hukum.

"Pengamat kesehatan jiwa amatir mungkin bisa mengatakan bahwa ini karena sifat narsisistik orang yang membuatnya, merasa bangga dengan tubuhnya dan ingin melihatnya kembali. Padahal belum tentu seperti itu niat pembuatnya," kata dr Andri seperti dikutip dari halaman webnya, psikosomatik.net, pada Minggu (8/11/2020).

Menurut dr Andri membuat video seks selama dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak menyebabkan kerugian pada siapapun sebetulnya sah-sah saja dilakukan. Hanya saja yang keliru adalah bila video tersebut kemudian disebarkan.

"Selama aktivitas tersebut bersifat suka sama suka dan tidak menyebabkan kesusahan atau gangguan pada pihak, menyimpan untuk konsumsi sendiri itu adalah urusan mereka dan bukan urusan orang lain," pungkasnya.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)