Minggu, 08 Nov 2020 19:04 WIB

Dialami Gatot Brajamusti Sebelum Meninggal, Ini Kaitan Gula Darah-Hipertensi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Aa Gatot Brajamusti diperiksa Subdit Resmob Ditreskrimun Polda Metro Jaya untuk pendalaman terkait kepemilikan 2 pucuk senjata api dan ratusan peluru. Gatot Brajamusti meninggal dengan riwayat stroke dan diabetes (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Gatot Brajamusti meninggal dengan riwayat stroke, Minggu (8/11/2020). Sebelum meninggal ia disebut mengalami hipertensi dan gula darah tinggi.

"Yang bersangkutan dirujuk ke RS Pengayoman Jakarta hari ini dengan keluhan hipertensi dan gula darah tinggi," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Apriyanti, Minggu (8/11/2020).

"Yang bersangkutan memiliki riwayat stroke," sebutnya.

Diabetes yang dicirikan dengan kadar gula darah tinggi diketahui merupakan faktor risiko berbagai masalah jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke dan hipertensi. Berbagai penyakit ini bisa saling mempengaruhi.

"Tingginya kadar gula dalam tubuh merusak pembuluh darah hingga lebih mudah terjadi serangan jantung," kata pakar penyakit kardiovaskular Dr dr Eka Ginanjar, SpPD, KKV, FINASIM, FACP, FICA, dalam perbincangan dengan detikcom akhir 2019.

Selain itu, dikutip dari Medicalnewstoday, hipertensi dan diabetes memiliki faktor risiko yang sama. Di antaranya:

  • Obesitas
  • Radang
  • Stres oksidatif
  • Resistensi insulin.

Sebuah riset tahun 2012 menyebut 30 persen pasien diabetes tipe 1 dan 50-80 persen pasien diabetes tipe 2 juga memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ada 3 hal yang membuat keduanya saling berhubungan.

  • Pembuluh darah jadi tidak elastis
  • Cairan dalam tubuh meningkat, terutama jika diabetes sudah mempengaruhi fungsi ginjal
  • Resistensi insulin berpengaruh pada terjadinya hipertensi.


Simak Video "Awas! Wanita Rentan Terkena Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)