Selasa, 10 Nov 2020 06:21 WIB

Masih Uji Klinis, Info Detail Vaksin Corona Sinovac, Sinopharm, Cansino

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pemprov Jabar melakukan simulasi vaksinasi COVID-19 di Kota Depok, Kamis (22/10/2020). Foto: DEDY ISTANTO/Masih Uji Klinis, Info Detail Vaksin Corona Sinovac, Sinopharm, Cansino
Jakarta -

Berbagai negara saat ini berlomba mengadakan riset vaksin corona untuk menyelesaikan penanganan COVID-19. Beberapa vaksin corona telah melaju hingga uji klinis fase tiga untuk menjamin keamanan dan dosis yang tepat.

Indonesia telah menyiapkan vaksin corona Sinovac, Cansino, dan Sinopharm yang kini sama-sama berada di uji klinis fase tiga. Jenis ketiganya berbeda meski punya tujuan sama untuk melindungi tubuh dari virus corona.

Perbedaan sebetulnya tidak masalah asal terbukti aman, menstimulasi sistem imun, dan memberi perlindungan dari COVID-19. Dikutip dari New York Times, saat ini ada 11 vaksin yang sedang melakukan uji klinis fase 3 dalam skala besar.

Berikut informasi detail vaksin corona Sinovac, Cansino, dan Sinopharm

1. Vaksin corona Sinovac

Jenis vaksin: Inactivated or attenuated coronavirus vaccines.
Produsen/pengembang: Sinovac Biotech.
Fase: Uji klinis tahap tiga dan penggunaan terbatas di China.

Inactivated or attenuated coronavirus vaccines adalah vaksin corona yang berasal dari virus yang dilemahkan atau dibunuh dengan zat kimia. Sinovac kini menyiapkan diri untuk distribusi ke Indonesia sebanyak 40 juta dosis pada Maret 2021.

Menurut CEO Sinovac Biotech Yi Weidong, perusahaannya berencana melakukan distribusi global vaksin sejak awal 2021. Termasuk ke Amerika Serikat yang jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19 masih terus meningkat.

2. Vaksin corona Sinopharm

Jenis vaksin: Inactivated or attenuated coronavirus vaccines.
Produsen/pengembang: Wuhan Institute of Biological Products dan Beijing Institute of Biological Products.
Fase: Uji klinis tahap tiga dan penggunaan terbatas di Uni Emirat Arab (UEA).

Sinopharm dikembangkan perusahaan BUMN milik China dengan nama yang sama bersama pusat riset. Pada 14 September 2020, UEA menyetujui pemberian vaksin corona untuk tenaga kesehatan di negara tersebut.

Selanjutnya pada Oktober, pimpinan Sinopharm mengatakan perusahaannya siap memproduksi dua jenis vaksin corona. Rencana produksi mencapai miliaran dosis per tahun, yang digunakan China sendiri atau diekspor ke negara lain.

3. Vaksin corona CanSino

Jenis vaksin: Viral vector vaccines.
Produsen/pengembang: Academy of Military Medical Sciences.
Fase: Uji klinis tahap tiga dan penggunaan terbatas di China.

Vaksin ini dikembangkan CanSino Biologics bersama Institute of Biology di Academy of Military Medical Sciences. CanSino mengandung virus yang diatur untuk membawa gen virus corona (vektor).

Cara kerjanya adalah beberapa vektor menginfeksi dan mengakibatkan sel memproduksi protein virus tersebut. Sedangkan vektor virus yang lain melakukan replikasi dan membawa protein COVID-19 di permukaannya.

Vaksin corona CanSino dikembangkan berdasarkan adenovirus yang disebut Ad5. Militer China menyetujui penggunaan vaksin corona CanSino pada 25 Juni 2020 untuk setahun, sebagai obat khusus yang sangat diperlukan.

Dengan status specially needed drug, CanSino tidak menyebutkan vaksin corona bersifat wajib atau pilihan bagi militer. CanSino mulai melakukan uji klinis fase tiga pada Agustus 2020 di beberapa negara termasuk Arab Saudi, Pakistan, dan Rusia.



Simak Video "Kemenkes Imbau Calon Penerima Vaksin Corona Jujur saat Skrining"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)