Kamis, 12 Nov 2020 09:48 WIB

Round-up

Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer dan Perbandingannya dengan Sinovac

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
i Efek samping vaksin buatan Pfizer dan SInovac. (Foto ilustrasi: Fiona Goodall/Getty Images)
Jakarta -

Berdasarkan hasil uji klinis, vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech, BNT162b2, diklaim 90 persen efektif. Meski belum ada jaminan tidak akan tertular virus, tetapi dari hasil tersebut menunjukkan bahwa orang yang menerima vaksin ini tertular, tidak akan sakit atau bergejala.

Seperti vaksin lainnya, vaksin virus Corona BNT162b2 buatan Pfizer ini masih terus diteliti terkait efektivitas dan efek sampingnya. Jika vaksin ini sudah lolos dari semua pemeriksaan keamanan, ini akan memiliki implikasi yang sangat besar dalam mengatasi virus tersebut.

Lalu, apakah vaksin BNT162b2 ini menimbulkan efek samping?

Berdasarkan keterangan para relawan yang mendapatkan suntikan pertama vaksin ini, mereka merasakan beberapa efek samping yang muncul. Beberapa orang dari total relawan sebanyak 43.500 ini mengalami efek samping seperti sakit kepala dan nyeri otot.

Relawan asal Austin, Texas, Glenn Deshields (44) mengungkapkan bahwa dirinya merasakan efek samping berupa 'pengar yang parah' dan rasa seperti mabuk. Tetapi, ia mengatakan efek ini hanya sementara dan hilang dengan cepat.

Relawan lainnya yaitu Carrie dari Missouri merasakan efek samping yang berbeda setelah mendapat suntikan vaksin pertamanya pada September lalu. Ia merasa sakit kepala, nyeri di tubuh, hingga demam.

"Efek sampingnya tampak meningkat setelah dosis kedua bulan lalu," jelasnya yang dikutip dari Express UK.

Meski saat pemberian vaksin para relawan tidak mengetahui apakah mereka menerima vaksin atau plasebo, Carrie yakin efek samping yang ia rasakan ini karena penyuntikkan tersebut

Bagaimana dengan vaksin COVID-19 lainnya?

Vaksin virus Corona lainnya yang dikembangkan oleh perusahaan Sinovac, CoronaVac yang diklaim aman berdasarkan data awal uji klinis tahap akhir di Brasil juga menimbulkan efek samping.

Meskipun data tentang seberapa efektif vaksin itu tidak akan dirilis sampai uji coba selesai pada 13.000 sukarelawan, direktur Butantan Dimas Covas mengatakan bahwa vaksin ini tidak menimbulkan efek samping yang parah.

Covas menjelaskan ada sekitar 20 persen relawan yang mengalami nyeri ringan akibat suntikan. Selain itu, 15 persen relawan merasakan sakit kepala setelah diberikan dosis pertama. Tetapi jumlah ini turun menjadi 10 persen untuk dosis kedua.

Sementara sebanyak 5 persen relawan lainnya melaporkan efek samping berupa mual, kelelahan, hingga nyeri otot.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)