Kamis, 12 Nov 2020 10:53 WIB

Mengenal Jenis Masker yang Dilarang CDC dalam Pedoman Barunya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Travelers wearing face masks to protect against the coronavirus walk along a concourse at the Shanghai Hongqiao International Airport in Shanghai, Friday, Nov. 6, 2020. With the COVID-19 outbreak largely under control within its borders, air travel in China has mostly returned to pre-pandemic levels. (AP Photo/Mark Schiefelbein) CDC perbaharui pedomannya soal masker. (Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein)
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) kembali memperbaharui pedomannya soal masker. Kini secara resmi CDC menyebut masker tak hanya melindungi orang lain, tetapi juga diri kita sendiri dari risiko infeksi virus Corona COVID-19.

"Semakin banyak bukti bahwa masker bekerja dalam hal menurunkan risiko bagi semua orang," kata peneliti kesehatan lingkungan Harvard Joseph Gardner Allen, Harvard TH Chan School of Public Health, dikutip dari CNN Internasional.

Sebelumnya, CDC juga pernah mengeluarkan panduan maupun imbauan tentang masker yang tidak disarankan digunakan dalam kehidupan sehari-hari saat pandemi COVID-19. Apa saja itu?

Dua jenis masker yang tidak disarankan CDC

1. Masker N95

Masker pertama yang tak disarankan CDC untuk penggunaan sehari-hari adalah masker N95. Meski masker ini efektif dalam mencegah infeksi COVID-19, tetapi masker N95 hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan.

"Jangan membeli masker N95 untuk penggunaan pribadi Anda," tegas CDC.

Dalam penggunaannya, masker N95 harus dipasang sesuai dengan bentuk wajah seseorang. Sementara masyarakat biasa kemungkinan tidak memiliki kemampuan itu, sehingga dikhawatirkan penggunaan masker ini menjadi tidak efektif.

"Selain itu, masker N95 harus dipasang agar sesuai kontur unik wajah setiap dokter atau perawat. Anda dan orang yang Anda cintai tidak memiliki akses ke keahlian ahli semacam itu," ujar CDC.

Selain itu, kini juga banyak beredar masker serupa yang ternyata tak memiliki kemampuan yang sama seperti masker N95 aslinya.

"Dan terutama berhati-hatilah dengan masker yang mirip N95 yang dijual di distributor ritel besar," kata Dr Marybeth Sexton, asisten profesor kedokteran di divisi penyakit menular di Emory University di Atlanta kepada CNN baru-baru ini.

2. Masker 'exhaust'

Selanjutnya masker yang tak disarankan CDC adalah masker 'exhaust' atau yang memiliki katup. Pasalnya, masker jenis ini dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran COVID-19.

Jenis masker dengan katup searah seperti ini biasa digunakan di industri untuk menangkal polusi. Katupnya bisa menghalangi partikel dari luar untuk masuk ke pernapasan, tetapi memungkinkan udara dari dalam untuk keluar dengan lebih lancar.

"Masker dengan katup atau ventilasi satu arah memungkinkan udara yang dihembuskan keluar melalui lubang. Hal ini memungkinkan percikan pernapasan yang dihembuskan dapat mencapai orang lain dan berpotensi menyebarkan virus COVID-19," ucap CDC.

Selain itu, menurut ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, menggunakan masker 'exhaust' dalam kehidupan sehari-hari pada saat kondisi pandemi seperti ini bisa membahayakan orang lain.

"Kalau orang terkonfirmasi sakit COVID-19 kemudian pakai masker ini, sama saja nggak pakai masker. Dia terlindungi dari ancaman luar, tapi justru mengancam orang di luar," kata dr Erlang beberapa waktu lalu.



Simak Video "Masker Apa yang Paling Efektif Tangkal Virus Corona?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)