Kamis, 12 Nov 2020 14:33 WIB

Sebut Seks Bebas Penyebab COVID-19, Pendeta Ini Meninggal Terinfeksi Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Seorang pendeta dan televangelis di Amerika Serikat meninggal dunia terinfeksi virus Corona COVID-19, beberapa bulan setelah menyebut pandemi COVID-19 disebabkan oleh mereka yang melakukan hubungan seksual di luar nikah dan kelompok LGBT.

Dikutip dari laman Independent, Irvin Baxter, pembawa acara Kristen di televisi berjudul 'End of the Age', mengembuskan napas terakhir pada Selasa (11/11/2020) lalu, usai menjalani perawatan COVID-19.

Irvin menjalani perawatan di rumah sakit selama satu minggu sebelum ia meninggal. Pada usia 75 tahun, Irvin dinyatakan meninggal dunia.

"Irvin pergi dengan meninggalkan hadiah yang besar. Kami merayakan hidupnya, tetapi di saat yang sama, ada kesedihan," ujar Dave Robbins, pembawa acara 'End of the Age'.

Irvin pada Maret lalu, menyatakan bahwa pandemi virus Corona muncul sebagai buntut dari "gaya hidup bebas". Perilaku yang mengakibatkan COVID-19 ini, seperti hubungan seksual pranikah dan hubungan sesama jenis.

Pendeta itu mengatakan bahwa orang-orang dengan gaya-gaya hidup "bebas" seperti yang ia maksud, tidak akan mendapatkan berkah dari Tuhan.

"Tuhan mungkin menggunakan COVID-19 ini sebagai panggilan peringatan. Virus Corona mungkin hak istimewa, saya akan memberi tahu anda sekarang, ada penghakiman yang jauh lebih besar," katanya.

Sebelumnya, pendeta tersebut yang dilaporkan mendukung Presiden AS Donald Trump itu mengatakan, kritik terhadap presiden adalah perbuatan setan, sebagaimana dilaporkan Right Wing Watch.

Pendeta tersebut meninggal dunia di hari ketika Amerika Serikat mencatatkan hampir 240.000 warganya meninggal dunia akibat virus Corona.



Simak Video "Begini Cara Aman Menyusui Bayi dari Ibu yang Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)