Jumat, 13 Nov 2020 05:01 WIB

Plus Minus Alkohol bagi Kesehatan

Kanya Anindita - detikHealth
minuman keras alkohol mabuk. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto Minuman beralkohol (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Minuman beralkohol selalu menjadi kontroversi, tak terkecuali dari sudut pandang kesehatan. Satu sisi, banyak penelitian menyebut konsumsi alkohol dalam takaran sedang punya manfaat bagi tubuh, namun di sisi lain banyak dikaitkan dengan risiko kanker dan gangguan penyakit lain.

Para pakar menekankan, takaran akan sangat menentukan efek alkohol bagi tubuh. Berbagai klaim tentang manfaat hanya berlaku pada konsumsi yang wajar dan cenderung sedikit, bukan yang berlebihan.

"Alkohol, terutama red wine, mengandung resveratrol dan antioksidan dan bioflavanoid dan polifenol, dan semua itu bisa larut di pembuluh darah dan mengurangi radang," kata De Suzanne Steinbaum, juru bicara American Heart Association, dikutip dari Medicinenet.

Minum alkohol sangat dibatasi dan hanya boleh dikonsumsi dalam takaran rendah. Alkohol juga tidak diperbolehkan bagi orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan, memiliki penyakit hati atau lambung, serta wanita hamil. Untuk menyehatkan jantung tidak harus mengonsumsi alkohol, cukup makan makanan sehat seperti sayuran dan buah.

Dampak buruk alkohol

Walaupun terdapat manfaat bagi kesehatan, alkohol dapat meningkatkan kadar lemak trigliserida yang berbahaya dan menyebabkan naiknya tekanan darah. Alkohol juga berisiko menyebabkan Holiday Heart Syndrome yakni kondisi jantung tidak teratur. Efek ini bisa muncul meskipun hanya sedikit minum alkohol.

Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan penambahan berat badan, merusak ginjal dan hati, meningkatkan risiko kanker serta asma. Bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan penurun gula darah seperti insulin, dapat menyebabkan turunnya kadar gula secara drastis dan berbahaya bagi kesehatan.

Jika sudah sampai kecanduan, alkohol dapat menyebabkan kematian akibat mabuk saat berkendara. Pecandu juga tidak bisa mengontrol sikapnya, seperti mudah melakukan tindak kekerasan, kehamilan yang tidak direncanakan, dan penyebaran penyakit menular seksual.



Simak Video "Ahli Sarankan RT RW Bantu Mendata Peserta Vaksinasi Corona yang Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)