Jumat, 13 Nov 2020 14:00 WIB

Disebut-sebut Mengandung Alkohol, Kenapa Es Tape Tak Bikin Mabuk?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
es tape bakung cirebon Ilustrasi es tape. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Jakarta -

Siapa sih yang nggak kenal tape? Makanan yang terbuat dari singkong atau ketan ini banyak dijual secara umum dan bahkan di beberapa daerah dijadikan oleh-oleh. Sering juga dibikin es tape.

Umumnya masyarakat sudah tahu bahwa tape mengandung alkohol. Kadar alkohol dalam tape ini tak jarang membuat masyarakat bertanya-tanya, bisa nggak sih makan tape bikin mabuk seperti minuman beralkohol?

"Prinsipnya kan tape ini kita makan, bukan diminum. Bahwa memang di dalam tape ada alkohol memang betul, tapi bukan sesuatu yang kita minum. Yang memabukkan ini kan sesuatu yang kita minum," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof dr Ari Fahrial Syam saat dihubungi detikcom, Jumat (13/11/2020).

"Walaupun disebutkan kadar alkohol (dalam tape) 5 persen tapi kan kita makan. Kecuali kalau tape itu diperas dalam arti dikeluarkan alkoholnya, itu bisa memabukkan," sambungnya.

Tape singkong bisa mengandung alkohol selama proses fermentasinya, namun tidak berbahaya bagi tubuh. Beberapa orang bahkan mengonsumsi tape dalam bentuk es dan dijadikan campuran dalam minuman.

Alasan makan tape nggak bakal bikin mabuk karena makanan tersebut mengandung senyawa gas. Orang-orang akan berhenti makan jika sudah merasa begah atau perut tidak nyaman.

"Saya sih belum pernah melihat orang mabuk karena makan tape. Kan begini, sekuat-kuatnya orang makan tape, berapa banyak sih?" ujar Prof Ari.

Meski tidak memabukkan dan tidak menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh, beberapa orang tak dianjurkan makan tape misalnya mereka yang mempunyai riwayat penyakit asam lambung dan mag.



Simak Video "Seks Anal dari Kacamata Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)