Senin, 16 Nov 2020 10:00 WIB

China Sebut Makanan Beku dari 109 Negara Terkontaminasi Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Frozen food Ilustrasi makanan beku (Foto: iStock)
Jakarta -

Kementerian Kepabeanan China (GAC) menyebut telah mengontak 109 negara pemasok makanan beku untuk menyampaikan penangguhan impor dari negara-negara tersebut. Alasan penghentian impor disebut setelah adanya penemuan produk yang terkontaminasi COVID-19.

Pihak kepabeanan mengatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap produk impor dari negara-negara tersebut menyusul kekhawatiran akan penularan COVID-19. Penangguhan tersebut dilakukan setelah ditemukan jejak COVID-19 pada produk makanan impor beku di lima tempat berbeda di China pada Jumat (13/11/2020) dan Sabtu (14/11/2020), demikian laporan CCTV media penyiaran resmi China, dikutip dari Antara.

Adapun kelima tempat yang dimaksud adalah Wuhan (Provinsi Hubei), Jinan dan Liangshan (Provinsi Shandong), Quanzhou (Provinsi Fujian), dan Lanzhou (Provinsi Gansu).

Hanya saja, GAC tidak merinci negara mana saja yang masuk dalam daftar penangguhan impor makanan beku. Pada Jumat lalu, GAC mengumumkan penangguhan impor ikan sotong dari India setelah ditemukan jejak COVID-19 pada tiga paket ikan beku tersebut.

Kepala Bidang Virologi Pusat Pengendalian dan Penyakit Menular China (CCDC) Wu Zunyou mengingatkan, perlunya pengujian produk impor pada sistem pengangkutan barang pada musim dingin untuk mendeteksi jejak COVID-19.

Sejak Juni, lebih dari 10 provinsi di China termasuk Beijing, Liaoning, Anhui, Fujian, Jiangxi, Shandong, Guangding, Shaanxi, dan Jiangsu, telah menemukan jejak COVID-19 pada sampel makanan impor.

Oleh karena itu, untuk menghindari penularan Corona dari makanan impor, Dewan Kabinet China telah menginstruksikan penggunaan disinfektan pada seluruh makanan beku sebelum didistribusikan ke pasaran.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)