Selasa, 17 Nov 2020 05:24 WIB

Fakta-fakta Vaksin COVID-19 Moderna yang Diklaim 94,5 Persen Efektif

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space Vaksin COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Perusahaan farmasi Amerika Serikat Moderna mengumumkan hasil analisis awal uji klinis vaksin COVID-19 buatannya. Sama seperti Pfizer-BioNTech, Moderna juga mengklaim efektivitas di atas 90 persen.

Meski baru analisis awal, hasil ini dinilai cukup menjanjikan karena membuktikan bahwa vaksin COVID-19 jauh lebih efektif dari yang diperkirakan.

Beberapa fakta tentang vaksin COVID-19 yang dikembangkan Moderna terangkum sebagai berikut.

Tipe

Seperti halnya yang dikembangkan Pfizer, vaksin COVID-19 Moderna yang disebut mRNA-1273 ini juga berbasis messenger RNA (mRNA). Dikutip dari Reuters, platform ini menggunakan kode genetik virus yang diciptakan manusia dan bisa dibuat dengan lebih cepat dibanding vaksin konvensional.

Uji klinis

Moderna merupakan salah satu yang pertama melakukan uji klinis vaksin COVID-19 pada manusia. Dimulai pada Maret, dan tahap akhir yang melibatkan 30 ribu partisipan dimulai 27 Juli di Amerika Serikat.

Hasil analisis awal menunjukkan dari 95 kasus COVID-19 yang ditemukan, hanya 5 kasus yang ditemukan pada kelompok penyuntikan vaksin. Sisanya sebanyak 90 kasus berasal dari kelompok plasebo. Sebanyak 11 kasus dikategorikan severe atau parah.


Efek samping

Efek samping yang ditemukan umumnya ringan-sedang. Namun beberapa partisipan mengalami keluhan parah setelah penyuntikan kedua, termasuk 10 persen yang mengalami fatigue atau kelelahan parah sehingga sulit melakukan aktiviyas sehari-hari. Sebanyak 9 persen mengalami nyeri di badan.

"Sebagian besar hanya sementara," kata Moderna.

Distribusi dan penyimpanan

Dibandingkan vaksin Pfizer yang harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius, vaksin COVID-19 Moderna diklaim lebih mudah didistribusikan. Pada suhu pendingin biasa diklaim bisa bertahan selama 30 hari, dan pada suhu minus 20 derahat Celcius bisa bertahan hingga 6 bulan.



Simak Video "WHO Tak Rekomendasikan Paspor Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)