Selasa, 17 Nov 2020 11:40 WIB

BPOM Laporkan Hasil Inspeksi ke China soal Vaksin COVID-19, Ini yang Didapatkan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viostin DS dan Enzyplex Ditarik Dari Peredaran

Kepala Bada Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito melakukan jumpa pers terkait perkembangan kasus pelanggaran produk Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung DNA babi di Jakarta, Senin (5/6/2018). Dalam hasil penyelidikan BPOM, kedua produk tersebut positif mengandung DNA babi. Atas temuan ini kedua produk tersebut ditarik dari peredaran. Grandyos Zafna/detikcom BPOM ungkap hasil inspeksi ke China soal vaksin COVID-19, ini yang didapatkan. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Uji klinis beberapa vaksin COVID-19 saat ini melaporkan efektivitas melebihi 90 persen. Ada tiga vaksin Corona yaitu vaksin Pfizer, Moderna, dan asal Rusia, Sputnik V. Lantas bagaimana uji klinis vaksin COVID-19 Indonesia?

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menjelaskan uji klinis vaksin COVID-19 Indonesia yang tengah dikembangkan di Bandung, perkembangan terakhir per 6 November, ada 1.620 yang sudah diberikan vaksin Corona dosis pertama, 1.603 lainnya sudah diberikan vaksin kedua.

Sementara itu, ada 1.520 peserta uji klinis vaksin COVID-19 Indonesia yang masuk ke tahap monitoring. Tak hanya itu, Penny juga menjelaskan BPOM sudah melakukan inspeksi ke China terkait mutu vaksin COVID-19.

Apa hasil inspeksi BPOM ke China?

"Dalam uji klinik vaksin COVID-19 untuk mendapatkan emergency use of authorization tentunya membutuhkan data juga selain data mutu, yaitu dihasilkan dengan inspeksi, didapatkan dengan inspeksi, dan pendampingan cara produksi obat yang baik dari fasilitas juga adalah data yang dibutuhkan dari data klinis berdasarkan uji klinis fase ketiga," ungkap Penny dalam siaran pers Komisi IX DPR RI Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan RI.

Penny menegaskan sejauh ini pengawalan mutu terkait vaksin COVID-19 Sinovac aman. Namun, kini pihaknya masih menunggu aspek keamanan dan khasiat lebih lanjut dari suntikan dosis vaksin COVID-19 yang kedua.

"Sedangkan untuk pengawalan mutu BPOM datang sendiri ke China untuk melihat fasilitas produksi Sinovac dan kami sudah mendapatkan data dan data menunjukkan kualitas yang baik," lanjutnya.

"Dan sangat bisa dipercaya, jadi jika dikaitkan dengan mutu sudah tidak ada masalah, hanya sekarang kita masih menunggu aspek keamanan dan khasiat dari analisa dan monitoring observasi tiga bulan dan 6 bulan sesudah suntik dosis vaksin yang kedua," pungkasnya.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)