Selasa, 17 Nov 2020 11:15 WIB

Tiga Vaksin COVID-19 Klaim Efektivitas 90 Persen, Ini Harga dan Perbedaannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja Beda tiga vaksin COVID-19 yang efektivitasnya diklaim 90 persen efektif termasuk harganya. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Perkembangan uji klinis vaksin COVID-19 kembali menyampaikan kabar baik. Kini giliran vaksin Moderna yang mengklaim efektivitas vaksin COVID-19 mereka mendekati 95 persen, berdasarkan hasil awal uji klinis.

"Efektivitas keseluruhan luar biasa. Ini hari luar biasa," kata Tal Zaks, chief medical officer Moderna, dikutip dari BBC News, Senin (16/11/2020).

Hingga saat ini, ada tiga vaksin COVID-19 yang mengklaim efektivitasnya melebihi 90 persen. Adalah vaksin Pfizer, Moderna, dan vaksin asal Rusia, Sputnik V.

Berikut rangkuman detikcom terkait perbedaan ketiga vaksin COVID-19 yang efektivitasnya diklaim melebihi 90 persen termasuk efek samping dan harga setiap vaksin.

1. Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer merupakan vaksin yang pertama kali mengklaim efektivitas vaksin mereka melebihi 90 persen. Meski begitu, vaksin COVID-19 ini disebut efektif mencegah asymptomatic COVID.

Artinya, pasien COVID-19 masih berisiko tertular Corona namun tak bergejala. Berdasarkan pengalaman sukarelawan, efek samping vaksin Corona Pfizer ini meliputi sakit kepala dan nyeri otot yang mirip dengan vaksin flu.

Kepala strategi perusahaan bioteknologi Jerman Ryan Richardson mengatakan harga vaksin COVID-19 mereka akan ditetapkan di bawah harga pasar. Namun, Juli lalu, vaksin Corona Pfizer ini dijual kepada pemerintah AS dengan perkiraan biaya $ 19,50 per suntikan atau sekitar Rp 275 ribu per dosis.

"Kami telah mencoba untuk mengejar pendekatan seimbang yang mengakui bahwa inovasi membutuhkan modal dan investasi sehingga kami berencana untuk memberi harga vaksin kami jauh di bawah harga pasar biasa," kata Richardson di acara Financial Times.

2. Vaksin Sputnik V

Menyusul Pfizer, vaksin asal Rusia Sputnik V mengatakan efektivitas vaksin Corona mereka juga melebihi 90 persen. Namun, vaksin Corona asal Rusia ini sempat mendapat sorotan dari berbagai ahli termasuk WHO terkait keamanannya karena dinilai terburu-buru saat memberikan izin penggunaan beberapa waktu lalu.

Dalam jurnal yang diterbitkan The Lancet, efek samping vaksin Sputnik V mengembangkan beberapa gejala ringan pada subjek penelitian. Setengah dari subjek peneliti mengalami demam dan 42 persen mengalami sakit kepala dan 28 persen lainnya mengeluh kelelahan, 24 persen lain mengalami nyeri sendi.

Meski belum ada nominal pasti terkait perkiraan harga vaksin, Dubes Rusia Vorobieva menyebut harga vaksin COVID-19 mereka diperkirakan tiga kali lebih murah dari vaksin-vaksin lain.

"Harga final dari vaksin Sputnik V akan lebih rendah dari vaksin lainnya berdasarkan estimasi kami, seperti dua atau tiga kali lebih murah," jelasnya beberapa waktu lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]