Selasa, 17 Nov 2020 13:46 WIB

Kisah Pilu Perawat Kisahkan Pasien Corona yang Dibiarkan Meninggal Begitu Saja

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi jenazah Kisah pilu perawat kisahkan pasien Corona yang dibiarkan meninggal begitu saja. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Perawat Corona mengisahkan bagaimana pilunya melihat pasien COVID-19 yang berjuang melawan penyakit di tengah keterbatasan fasilitas. Bahkan, beberapa di antaranya disebut seperti dibiarkan meninggal begitu saja.

Adalah Lawanna Rivers yang bekerja di bagian bangsal COVID-19 selama sebulan, sehari-harinya hanya melihat jenazah pasien yang terus berdatangan, tak berhenti keluar masuk kamar jenazah.

Dikutip dari Business Insider, Rivers mengisahkan hal ini terjadi di salah satu kota paling buruk terdampak COVID-19. Terjadi di Rumah Sakit El Paso, Texas, kota yang muncul sebagai epicenter virus Corona saat AS menghadapi gelombang ketiga.

Dalam video Facebook live berdurasi hampir satu jam, 7 November kemarin, Rivers menyebut bahwa fasilitas yang ada di RS tersebut menjadi yang terburuk dari beberapa yang pernah ia tangani.

"Dari semua tugas COVID yang pernah saya lakukan, yang satu ini benar-benar membuat saya terluka secara emosional," katanya.

Menurut pengalaman Rivers, pasien-pasien Corona di sana dimasukkan ke dalam satu area yang ia gambarkan seperti 'lubang'. Para pasien Corona ini disebut Rivers seperti dibiarkan mati begitu saja.

"Hari pertama saya orientasi, saya diberitahu bahwa setiap pasien yang masuk ke dalam lubang, mereka hanya keluar dengan kantong mayat, artinya mereka tak selamat," kata Rivers.

Rivers bercerita tak ada dokter di RS yang memasuki area tersebut. Padahal, pasien-pasien Corona itu mengalami kondisi parah, bahkan para perawat di sana termasuk dirinya hanya diperbolehkan melakukan CPR, resusitasi jantung paru tiga kali saja sebelum akhirnya membiarkan pasien meninggal.

Meski ada beberapa pasien yang bahkan mengalami pendarahan hebat, dokter di sana disebut Rivers tak akan membantu pasien tersebut. Menurutnya, dokter tak akan mengatasi pasien COVID-19 yang sudah mengalami sakit parah atau paling sakit di antara yang lainnya.

"Para dokter bahkan tidak menginjakkan kaki di kamar-kamar COVID itu untuk melihat pasien-pasien itu," katanya.

Rivers mengaku ia secara sukarela bekerja di tempat itu setiap hari. Berharap perawatan di sana bisa lebih baik.

Ia menyayangkan tak ada dokter yang benar-benar berusaha menyembuhkan pasien COVID-19 atau menyelamatkan mereka di waktu-waktu kritis. Padahal, menurutnya, pasien COVID-19 tentu bisa diselamatkan selama para nakes di sana lebih agresif menangani pasien.

"Jika para dokter di sana secara agresif merawat pasien-pasien itu dari awal, lebih banyak yang akan berhasil," pungkasnya.



Simak Video "Dukungan yang Bisa Dilakukan agar Pasien Corona Tak Takut Stigma"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)