Kamis, 19 Nov 2020 05:23 WIB

Pakar: Reuni 212 dan Kerumunan Pilkada Sama-sama Rentan Sebarkan COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Operasi disinfeksi Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dilakukan di kawasan Monas. Hal itu dilakukan untuk sterilisasi lokasi jelang dibuka kembali. Disinfeksi Monas (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama menunda penyelenggaraan reuni 212 setelah tak mendapat izin di Monas. Namun reuni 212 nantinya bisa saja tetap digelar bila kerumunan di Pilkada 2020 dibiarkan.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, FPI dkk mengakui permohonan untuk menggunakan Monas untuk reuni 212 tidak dikabulkan. Oleh sebab itu, reuni 212 ditunda untuk sementara dan tidak digelar pada 2 Desember 2020 mendatang.

"Pelaksanaan reuni 212 tahun 2020 ditunda untuk sementara dengan mengamati pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Jika ada pembiaran kerumunan oleh pemerintah, reuni 212 tahun 2020 akan tetap digelar di waktu yang tepat," kata FPI, PA 212, dan GNPF Ulama dalam keterangannya, Selasa (17/11/2020).

Meski demikian, Kepala Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, menyebut reuni tidak melulu soal tatap muka, reuni saat ini bisa dilakukan secara online. Hal ini demi meminimalisir angka penularan COVID-19 semakin tinggi.

"Boleh saja reuni, asal tidak mengumpul. Kan bisa reuni secara online, nggak harus ketemu, ya kalau ketemu bisa online. Saat ini nggak ada alasan untuk bertemu banyak orang, kecuali online. Orang rapat penting aja online," jelas dr Miko saat dihubungi detikcom, Rabu (18/11/2020).

"Apalagi reuni doang, minta ampun kalau emang itu dilakukan," lanjut dr Miko.

Bagaimana penularan Corona jika terjadinya kerumunan?

dr Miko kembali menegaskan penularan risiko COVID-19 tentu semakin tinggi. Jumlah orang yang tertular COVID-19 akan lebih banyak.

"Pada kerumunan tersebut akan banyak terjadi penularan, dan juga jangan lupa efek dari kerumunan tersebut, bagaimana dampaknya," pungkasnya.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)