Jumat, 20 Nov 2020 05:15 WIB

Perkembangan Terbaru Uji Klinis Vaksin COVID-19, Pfizer hingga AstraZeneca

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Female doctor holding a syringe Vaksin COVID-19 (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Hingga saat ini, berbagai negara masih terus berusaha untuk melakukan pengembangan vaksin COVID-19. Beberapa kandidat yang disebut cukup menjanjikan antara lain Pfizer, Moderna, Sinovac, Sputnik V, dan AstraZeneca.

Bahkan beberapa di antaranya dilaporkan sudah mencapai efikasi hingga di atas 90 persen. Hingga saat ini, vaksin mana yang paling potensial?

Dikutip dari berbagai sumber, berikut update terkini soal vaksin virus Corona yang tengah dikembangkan saat ini.

1. Pfizer

Beberapa waktu lalu Pfizer mengumumkan vaksin COVID-19 buatannya bersama BioNTech yaitu BNT162b2, menunjukkan efektivitas 95 persen di hasil uji klinis tahap akhirnya. Sementara itu, izin penggunaan daruratnya akan didaftarkan dalam beberapa hari ke depan.

Vaksin ini berbasis teknologi messenger RNA (mRNA), yang menggunakan gen sintesis yang lebih mudah diciptakan sehingga membuatnya bisa diproduksi lebih cepat. BNT162b2 ini dibuat dari virus yang tidak aktif atau dilemahkan. Virus ini tidak akan menyebabkan sakit, tetapi mengajari imun untuk memberikan respon perlawanan.

Terkait kemanjurannya atau efikasi, vaksin BNT162b2 ini menunjukkan konsistensi di sebaran demografi umur dan etnis. Bahkan hal ini berlaku pada kelompok usia di atas 65 tahun yang efikasinya mencapai 94 persen.

Dari segi efek samping, sampai saat ini belum ada laporan yang menunjukkan adanya efek yang serius. Dikutip dari Reuters, sebanyak 3,8 persen relawannya mengalami kelelahan setelah menerima suntikan kedua pada uji klinis tahap 3. Ini merupakan data terbaru dari hasl analisis 8.000 relawan uji coba, yang sebelumnya hanya 6.000 relawan.

Selain itu, dari analisis terbarunya juga sebanyak 2 persen relawan vaksin Corona buatan Pfizer ini mengalami sakit kepala usai diberikan suntikan kedua.

Untuk harganya, kepala strategis perusahaan bioteknologi Jerman Ryan Richardson mengatakan akan ditetapkan di bawah harga pasar. Tetapi, Juli lalu, vaksin Corona Pfizer ini dijual kepada pemerintah AS dengan perkiraan biaya $ 19,50 per suntikan atau sekitar Rp 275 ribu per dosis.

2. Moderna

Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Moderna juga menunjukkan hasil awal uji klinis yang efektivitasnya mendekati 95 persen. Moderna membuat vaksin ini berbasis mRNA, yang akan secara langsung 'mengajari' sel tubuh untuk menciptakan kekebalan yang mudah diproduksi.

Meskipun begitu, hasil uji klinis ini masih menyisakan berbagai pertanyaan, salah satunya terkait lamanya imunitas akan bertahan. Hal ini masih harus dipelajari lebih lanjut.

Sementara dari segi harga, vaksin kabarnya berada di angka 400-500 ribu rupiah per dosisnya. Bahkan sebelumnya, Donald Trump sempat berencana membali 100 juta dosis vaksin Moderna dalam kesepakatan senilai US$ 1,53 miliar.

3. Sinovac

Kali ini vaksin COVID-19 asal China, CoronaVac, yang dikembangkan Sinovac juga menunjukkan hasil awal uji coba yang baik. Vaksin ini berhasil memicu respons imun yang cepat, dengan catatan tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah daripada antibodi orang yang pulih dari COVID-19.

Vaksin CoronaVac ini dikembangkan dari virus yang sudah dinonaktifkan. Meskipun mengandung virus, tetapi virus itu sudah 'dilemahkan' sehingga tidak akan bisa menimbulkan infeksi baru.

Temuan terkait vaksin ini dimuat dalam makalah peer reviewed di jurnal medis The Lancet Infectious Diseases, berdasarkan hasil uji klinis Fase I dan Fase II vaksin COVID-19 di China yang melibatkan lebih dari 700 peserta.

Untuk harganya, vaksin CoronaVac diperkirakan 5-10 dolar AS atau Rp 72.500-Rp145.000 per dosis. Untuk vaksin COVID-19 Sinovac yang saat ini tengah dilakukan uji klinis fase 3 di Bandung, PT Bio Farma beberapa kali menyinggung harga yang dibandrol untuk satu dosisnya adalah sekitar Rp 200 ribu.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]