Jumat, 20 Nov 2020 12:31 WIB

Kisah Haru Ibu Berhasil Lahirkan Anak Kembar Saat Koma Akibat COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Kisah haru ibu berhasil melahirkan bayi kembar kala koma terinfeksi COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Suatu keajaiban bagi wanita ini bisa melahirkan bayi kembar kala koma usai terinfeksi COVID-19. Ia sebelumnya mengalami kondisi kritis saat kehamilannya memasuki bulan ke-enam.

Adalah Perpetual Uke, wanita yang semula dibawa ke Rumah Sakit West Midlands kala berjuang melawan kondisi kritis akibat COVID-19. Kondisi kritis membuatnya koma dan dipindahkan ke RS lain untuk perawatan intensif di Rumah Sakit Birmingham City, Inggris.

Usai terbangun dari koma, wanita ini sempat menangis dan kebingungan mendapati perutnya sudah mengecil. Ia mengira anak yang dikandungnya tidak selamat.

Namun, nyatanya keajaiban datang usai para dokter melakukan operasi caesar kala dirinya tengah koma. Ia melahirkan anak kembar, dengan hanya memiliki berat 770g, sedangkan satunya lagi memiliki berat 850g.

Kedua anak kembar tersebut menghabiskan perawatan intensif di RS selama 116 hari sebelum akhirnya dipulangkan. Sang ibu tak bisa berhenti bersyukur karena masih tak percaya dengan semua yang ia anggap keajaiban.

"Ketika mereka (dokter) menunjukkan kepada saya gambar-gambar itu, mereka sangat kecil, mereka tidak terlihat seperti manusia, saya tidak percaya itu milik saya," curhat sang ibu, dikutip dari Daily Star.

"Mereka tidak bisa melihat ibu mereka selama dua minggu, yang jelas membuat saya sangat sedih tapi, yang terpenting, semuanya berjalan dengan baik," lanjut sang ibu.

Sang suami dari wanita tersebut, Matthew Uke, mengaku perasaannya campur aduk usai sebelumnya khawatir istrinya tak akan selamat kala koma usai terinfeksi COVID-19.

"Melihat mereka di sana, perasaan campur aduk karena saat itu istri saya masih koma dan saya tidak yakin dia akan kembali, jadi itu adalah campuran perasaan," jelas sang suami.

"Itu benar-benar menakutkan, setiap hari saya berharap istri saya tidak termasuk di antara mereka yang meninggal," lanjutnya.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)