Kamis, 26 Nov 2020 09:30 WIB

Sinopharm Buru-buru Minta Persetujuan Peluncuran Vaksin Corona, Ada Apa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto ilustrasi vaksin. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Perusahaan biofarmasi China, Sinopharm, mengumumkan telah meminta persetujuan resmi dari pihak berwenang untuk meluncurkan produknya ke pasaran.

Wakil manajer umum Sinopharm Shi Shengyi mengatakan perusahaan telah mengumpulkan data dari negara-negara besar yang melakukan uji klinis vaksin dan hasilnya diharapkan menguntungkan, Global Times melaporkan.

Sebelumnya, perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka telah menyerahkan data klinis fase-3 vaksin tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan China dan sedang dalam proses memberikan data yang lebih rinci.

Mereka juga menyebut sedang dalam tahap akhir sebelum pemasaran dan sekarang membuat persetujuan vaksin sebagai prioritas utama.

"Data kami dievaluasi oleh departemen terkait mengikuti protokol yang bahkan lebih ketat daripada di beberapa negara Barat, dan kami berkomunikasi erat dengan WHO," kata perwakilan perusahaan tersebut lebih lanjut.

Laporan ini muncul beberapa hari setelah dua vaksin AS, satu oleh Pfizer dan mitranya di Jerman BioNTech, dan lainnya oleh Moderna, mengumumkan kandidat mereka sekitar 95 persen efektif dalam melindungi dari COVID-19.

Jumat lalu, Pfizer juga mengungkapkan telah mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk penggunaan darurat dan Moderna mengindikasikan akan segera mengikutinya.

Bulan lalu, China mengklaim bahwa vaksin eksperimental untuk terhadap COVID-19 telah menunjukkan "tidak ada reaksi yang merugikan".



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)